Market

Inilah 6 Kelompok Pemicu Inflasi Kota Malang

MALANG-Kelompok bahan makanan masih menjadi pendorong terjadinya inflasi di Kota Malang. Bahkan inflasi itu mencapai 0,24%. Salah satu pemicunya, adalah cabai rawit yang masih mengalami gejolak harga. “Dari tujuh kelompok pengeluaran, 6 kelompok mengalami inflasi dan 1 kelompok mengalami deflasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang M. Sarjan di Malang, Rabu (1/3/2017).

Berdasarkan catatan BPS, kelompok itu antara lain, bahan makanan 0,78%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,37 %; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1.21 %; kelompok sandang 1,72%; kelompok kesehatan 0,48%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,20 %; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan -2,05%. “Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2017, yakni tarif listrik, cabai rawit, tarif pulsa ponsel, mobil, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, kontrak rumah, dan wortel,” tambahnya

Adapun sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Februari 2017 adalah angkutan udara, beras, semen, tomat sayur, daun selada, telur ayam ras, mujair, pisang, kelapa, dan bawang putih.
Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2017 sebesar 1,69% dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,91%.

Dia menegaskan, beberapa komoditas mengalamai kenaikan yang cukup signifikan, yaitu kenaikan tarif listrik adalah kebijakan kenaikan perhitungan pelanggan yang pasca bayar sehingga berdampak pada kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi 1,21%.

Meningkatnya produksi semen nasional yang lebih tinggi dibandingkan permintaan pasar dan makin ketatnya persaingan industri semen, kata dia, mengakibatkan turunnya harga semen di pasaran

Penyebab terjadinya inflasi Februari 2017 adalah naiknya indeks harga konsumen secara umum. Kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi pada Februari 2017, yakni kelompok bahan makanan 0,1462 %; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0614%.

Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,2988%; kelompok sandang 0,0929%, kelompok kesehatan 0,0219%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, 0,0198%; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan -0,3983%.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top