Market

Inflasi Jatim Ditargetkan 0,49% Hingga Akhir 2017

SURABAYA-Pemprov Jawa Timur mematok tekanan inflasi pada kisaran 0,49% hingga akhir 2017. Oleh karena itu Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) mensinergikan berbagai program pengendalian inflasi guna mendorong penguatan infrastruktur baik dari aspek regulasi maupun pembangunan fisik. “Untuk penguatan jaringan distribusi, kami lakukan dengan penguatan supply ke 4.600 gerai stabilisasi pangan di Jawa Timur,” kata Kepala Biro Perekonomian Jawa Timur Ari Mukiyono di Suarbaya, Kamis (20/7/2017).

Gerai ini, kata Ari, dikelola oleh berbagai instansi, integrasi data SISKAPERBAPO dengan SIPAP (Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi), database pasokan komoditas pangan strategis dan profil petani melalui pembentukan BIG Data Analytic Platform Inflasi Jawa Timur, dan pembukaan dan pemanfaatan 4 (empat) jembatan timbang di lokasi strategis untuk pemantauan arus barang di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan tingkat inflasi di Jawa Timur pada bulan Juni 2017, yang bersamaan dengan moment Ramadan dan Lebaran, tercatat rendah di kisaran angka 0,49 persen.

Hasil tersebut membuat Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID), mentargetkan inflasi yang tetap stabil dan rendah hingga akhir tahun 2017. “Komitmen kami inflasi yang tercatat di bulan Juni saat Ramadan dan Lebaran yang rendah itu, bisa dipertahankan, hingga tetap stabil dan rendah,” ujarnya

Sementara di sepanjang tahun 2016 lalu, inflasi di Jatim mencapai 2,74 persen. Angka dibawah 3 persen itu jauh dari target yang mencapai 4±1 persen. “Target kami di akhir tahun 2017 masih sama, tidak lebih 4±1 persen. Tapi memang dalam beberapa tahun terakhir sudah dibawahnya, dan itu cukup baik,” tambah Difi.

Bahkan, akumulasi pencapaian inflasi Jawa Timur dalam periode Ramadhan & Lebaran ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi periode Ramadhan & Lebaran dalam kurun 3 (tiga) tahun terakhir.

Selain itu, pertama kali dalam kurun 5 (lima) tahun terakhir, inflasi kelompok volatile food pada periode Lebaran (Juli-17) tercatat deflasi sebesar -0,01%-mtm, sehingga dapat menopang terkendalinya inflasi umum (IHK) Jawa Timur di tengah meningkatnya tekanan inflasi kelompok administered price. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top