Perbankan

Industri Asuransi Didorong Masuki Pasar Digital

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Kebijakan pemerintah yang mendukung ekonomi digital mendorong meningkat pula konsumen memenuhi kebutuhan asuransi.

Hasil studi Swiss Re menunjukkan meningkatnya e-commerce dan dompet digital telah menghadirkan peluang kemitraan inovatif antara perusahaan asuransi dan platform digital untuk
menjembatani kesenjangan perlindungan kesehatan senilai hingga USD
82 miliar atau lebih dari Rp1,1 triliun di Indonesia.

Responden lebih memilih untuk membeli perlindungan penggantian
biaya medis dan penggantian pendapatan melalui digital.

Studi Swiss Re Institute yang berjudul “Going Digital – Insights to
Optimise Consumer Appetite for Online Insurance” melakukan survei terhadap 1.800 konsumen di India, Indonesia, dan Malaysia.
“Upaya-upaya kesehatan dan keselamatan yang dimaksudkan untuk
menanggulangi penyebaran COVID-19, kini telah mendorong perubahan paradigma yang jelas menuju digitalisasi pada era pasca-virus,” ujar Jolene Loh, Head Client Markets, Life & Health Asia Tenggara, Swiss Re, Sabtu (6/2/2021)

Dengan semakin banyaknya platform digital yang memperluas jangkauan bisnis ke layanan keuangan, maka perusahaan asuransi harus menyesuaikan model bisnis agar lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.

Di antara mereka yang menggunakan platform ini, aplikasi pembayaran digital seperti ShopeePay adalah yang paling populer di Indonesia yang mana digunakan oleh 74% responden setidaknya sekali seminggu diikuti oleh aplikasi atau situs web e-commerce (61%), platform komuter terhubung (59%), dan aplikasi pelacak kesehatan (55%). Dompet digital dan e-commerce paling diminati untuk distribusi asuransi online.

Ada pula tren yang berkembang dalam mencari informasi dan membeli asuransi secara online. Jalur tradisional, seperti agen, pialang, atau referral, masih menjadi saluran utama pencarian informasi terkait
asuransi di Indonesia.

Namun, 76% responden di Indonesia menyatakan minatnya dalam menggunakan saluran online untuk membeli asuransi. Di antara berbagai jenis platform digital, konsumen Indonesia
menunjukkan preferensi yang lebih kuat untuk membeli asuransi melalui dompet digital
dan platform e-commerce.

Preferensi ini terlihat dari frekuensi
penggunaan dompet digital yang tinggi, diikuti oleh situs web atau aplikasi perbankan dan asuransi, serta platform e-commerce.

Semakin pentingnya menggabungkan dukungan pelanggan secara online dan offline Ketika responden ditanyai mengenai alasan mereka ingin membeli asuransi secara digital, maka aplikasi dan tarif premi terbaik merupakan
alasan utama di ketiga pasar (India, Indonesia, Malaysia).

“Hasil survei kami menunjukkan bahwa meskipun asuransi digital makin populer, dukungan offline masih diperlukan karena kebutuhan akan
panduan dan bantuan. Penting bagi perusahaan asuransi untuk menerapkan pendekatan multi-channel untuk melengkapi perjalanan pelanggan online dengan bantuan pribadi untuk mengatasi masalah
konsumen.” pungkas Jolene.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top