Industri & Perdagangan

Importir Swasta Pegang Bawang Putih, Gerindra: Inflasi Bisa Tak Terkendali

JAKARTA-Kalangan DPR mengkritik pemerintah, khususnya tindakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang terlalu berani memberikan izin kuota impor bawang putih kepada sejumlah importir swasta.

Padahal semestinya, Kemendag bisa memprioritaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) terlebih dahulu ketimbang swasta. “Kita tahulah siapa Enggar ini. Menteri dengan kekuasaan yang tak terbatas, apapun bisa dia lakukan,” kata anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Politisi Partai Gerindra ini engaku tidak kaget dengan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Kemendag. Bahkan persoalan tersebut sudah bukan rahasia umum lagi. “Enggar is the real presiden,” sindirnya

Semestinya, lanjut Wachid, impor memang harus dilakukan oleh Bulog bukan importir swasta. “Jika Bulog diberikan kewenangan itu harga bawang putih justru akan dibawah harga alias dapat dijangkau oleh masyarakat. Berbeda kalau importir yang ambil alih, maka harga mahal akan jadi konsekuensinya. Dan itu justru memberatkan masyarakat,” tandasnya.

Dijelaskannya, jika importir terus diberikan kewenangan besar itu maka ada efek serius yang akan dirasakan masyarakat nantinya. “Inflasi bisa tak terkendali karena importir hanya memikirkan keuntungan. Sebaiknya Jokowi turun tangan dan perlu tegas kepada bawahannya,” tegasnya.

Menurut Wachid, Presiden harus bertindak tegas, saat ada pembantunya yang tidak patuh. “Sekali lagi jangan secara simbolik saja menjadi presiden tapi presiden sesungguhnya justru Enggar itu yang sudah tak menggubris arahan presiden Jokowi,” ujarnya.

Lebih jauh kata Wachid, Indonesia yang merupakan negara dengan tingkat kesuburan tanahnya yang cukup bagus sudah saatnya memikirkan bagaimana ketergantungan akan impor pangan termasuk bawang putih untuk segera dihentikan.”Tanah kita ini tanah surga, apapun bisa tumbuh asal ada kemauan. Dulu soal bawang putih itu sudah dipikirkan oleh rezim orba,”tuturnya.

Zaman Orba, sambungnya lagi,  berusaha memutus ketergantungan impor bawang putih dengan menanam komoditas bawang putih disejumlah wilayah di Indonesia. “Seperti Jawa bagian tengah, timur dan Barat hingga Sulawesi. Mereka cukup berhasil tapi ketika reformasi datang apa yang dicanangkan orba hilang bak ditelan bumi alias tidak diteruskan oleh rezim- rezim selanjutnya,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top