Pertanian

Imbas Covid-19, Parta: Momentum Perbaikan Produksi Pangan

I Nyoman Parta Komisi VI DPR/suarainvestor.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta mendesak Kementerian Perdagangan agar menjadikan momentum Covid-19 sebagai pemacu untuk menggenjot produksi pangan dalam negeri.
Karena itu sejumlah strategi pangan perlu disusun secara matang dan terintegrasi.

“Jadi perlu memetakan produksi dalam negeri agar tidak terjadi produksi pangan yang berlimpah di dalam negeri. Tapi secara harga malah menjadi mahal, hanya karena faktor distribusi dan permainan para spekulan,” katanya dalam rapat virtual dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Imam Pambagyo, di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Lebih jauh kata anggota Fraksi PDIP, Kemendag harus memastikan kebutuhan impor secara tepat. “Misalnya, ketika melakukan impor bawang putih, bawang merah dan gula, jangan sampai mematikan para petani bawang dan tebu.
Karena harga menjadi anjlok,” tambahnya.

Legislator asal Bali ini juga menekankan perlunya pengendalian harga pangan, agar tidak dimainkan oleh para importir dan spekulan yang hanya mencari keuntungan secara membabi buta. “Padahal, kondisi rakyat sudah mengalami penurunan daya beli dan menderita,” ujarnya.

Yang juga sangat penting adalah, lanjut mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, satgas pangan harus bertindak tegas dan melakukan langkah hukum jika ada permainan yang mengganggu ketahanan pangan. “Manfaatkan daging yang tersedia di dalam negeri seperti daging ikan, ayam dan telur, serta kurangi jumlah impor daging sapi,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan Kementerian Perdagangan telah
menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 39 Tahun 2020. Permendag iniditetapkan sejak 1 April 2020 dan mulai berlaku 8 April 2020. “Aturan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam meningkatkan kelancaran arus barang dan efektivitas penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang asal Indonesia dalam rangka penguatan ekspor di tengah kondisi sulit wabah COVID-19,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Sesuai pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa penyebaran COVID-19 merupakan pandemi dan Bencana Nasional (Bencana Non-Alam) serta sejalan dengan diterapkannya bekerja dari rumah dan social distanching.

Juga pengimplementasian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka Kementerian Perdagangan mengembangkan fasilitas pencantuman Tanda Tangan Pejabat Penerbit SKA dan Stempel Instansi Penerbit SKA (IPSKA) yang diaplikasikan secara elektronik (Affixed Signature and Stamp atau disingkat ASnS) melalui laman resmi eska.kemendag.go.id.

Penerapan ASnS ini merupakan salah satu kebijakan strategis Kementerian Perdagangan sebagai upaya mencegah penyebaran dan memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 melalui kontak fisik orang dan dokumen secara langsung.

“Implementasi ASnS ini dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dari 10 IPSKA, yaitu IPSKA Provinsi DKI Jakarta dan 5 IPSKA Suku Dinas Jakarta, IPSKA Provinsi Jawa Timur, IPSKA Provinsi Jawa Tengah, IPSKA Kabupaten Bogor, dan IPSKA Kabupaten Tangerang. Tahap berikutnya kemudian akan dikembangkan hingga meliputi 94 lokasi IPSKA di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top