Industri & Perdagangan

IKM Batik Mampu Gerakkan Ekonomi Jawa Timur

kemenperin.go.id

JAKARTA-Kementerian Perindustrian mengakui industri batik selama ini memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian regional dan nasional. Bahkan penyedia lapangan kerja, serta penyumbang devisa negara. “Pelaku usaha batik di Indonesia didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra yang sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan D.I Yogyakarta,” kata kata Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar mewakili Menteri Perindustrian pada pembukaan Pameran Hari Batik Nasional (HBN) 2017 di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Berdasarkan catatan jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang. Pada tahun 2016, nilai ekspor kain batik dan produk batik mencapai USD149,9 juta.

Dalam upaya pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, lanjut Haris, upaya yang perlu dilakukan adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, sebagian besar pembatik di Indonesia telah berusia di atas 40 tahun. “Kami melihat, jumlah anak muda yang mau menjadi perajin batik masih sangat terbatas. Untuk itu, regenerasi menjadi hal yang penting untuk menjaga keberlanjutan industri batik,” ujarnya

Oleh karenanya, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait gencar melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi keterampilan membatik kepada para generasi muda mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. “Kita harus dapat meyakinkan kepada para generasi muda bahwa profesi menjadi perajin batik atau bisnis di industri batik memiliki prospek yang menjanjikan,” lanjutnya.

Selain meningkatkan kompetensi SDM, Kemenperin juga aktif melaksanakan pengembangaan kualitas produk, standardisasi, serta fasilitasi mesin dan peralatan untuk memacu daya saing dan kapasitas produksinya. “Kami pun telah mendorong pelaku industri batik agar memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, LPEI dan insentif lain untuk memperkuat struktur modalnya,” paparnya.

Di sampung itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas dalampengembangan batik warna alam Indonesia.“Misalnya, pengembangan batik warna alam yang memiliki ketahanan cuci dan gosok, sehingga warnanya lebih tahan lama. Untuk itu, diperlukan teknik pewarnaan alam yang lebih efisien,” tuturnya.

Batik merupakan warisan budaya tak benda asli Indonesia. UNESCO mengukuhkan batik Indonesia sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tanggal 2 Oktober 2009. Prestasi ini sangat membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, pengakuan internasional tersebut juga telah membangkitkan semangat para perajin dan industri batik nasional untuk terus mengembangkan usahanya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top