Infrastruktur

ICMI Dukung Dana Haji Untuk Infrastruktur Pemerintah

JAKARTA-Dana jamaah haji yang mencapai sekitar Rp96 triliun perlu disalurkan kepada sektor yang aman, khususnya proyek infrastruktur pemerintah. Bahkah pengalokasian untuk sektor infrastruktur dianggap sudah tepat. “Kalau mau diinvestasikan ya harus yang aman. Yang paling aman ya proyek infrastruktur pemerintah,” kata Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini menilai rencana pemerintah memanfaatkan dana haji untuk investasi adalah langkah yang tepat. “Kenapa diatur? Karena dana haji selama ini hanya nongkrong dan tidak termanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Apalagi menurut dia, upaya penggunaan dana ini sebenarnya telah diatur jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2014 tentang Keuangan Haji. “Di UU Haji itu sudah diperdebatkan, sudah diberi rambu-rambu. Sudah ada semuanya,” ujarnya.

Menurut Jimly, justru UU itu sekarang mau diimplementasikan. Jadi diskusi yang sekarang beredar ini sebenarnya telat. “Seharusnya sejak tahun lalu sudah diperdebatkan,” terang Jimly.

Namun, Jimly meminta sebaiknya hanya dialokasikan untuk proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah. “Karena pasti untung, tidak mungkin rugi. Kalau investasi di sektor swasta ya jangan. Belum tentu untung. Jadi proyek infrastruktur pemerintah seperti jalan tol, itu sudah pasti untung. Itu paling aman,” kata dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan keinginannya melakukan optimasi dana haji guna mendorong pembangunan sarana infrastruktur yang nantinya mengatasi persoalan kesejahteraan.

Namun beberapa anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama menilai usul ini kurang tepat. Mereka berpendapat dana haji sebaiknya untuk umat karena akan lebih baik bila usul pembangunan infrastruktur yang dimaksud adalah infrastruktur pendukung pelayanan haji. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top