Industri & Perdagangan

HM Sampoerna Klaim Bayar Pajak 67,2 Triliun Pada 2015

JAKARTA-Dalam rilis HM Sampoerna, Rabu (27/7), perusahaan itu mengklaim sebagai pembayar pajak terbesar 2015 bagi negara. Besaran pajak yang mereka bayar tahun lalu sekitar Rp 67,2 triliun. Dalam siaran persnya, perusahaan itu mengaku mempertahankan 34,1% pangsa pasar rokok di Indonesia. “Ini merupakan bukti kepercayaan dari para perokok dewasa, merek yang kuat, staf yang berdedikasi dan komitmen bisnis kami dengan rekan,” kata President Director PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Paul Janelle dalam siaran tersebut, Kamis (28/7/2016).

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas per Juli 2016, rata-rata kenaikan harga rokok 1% secara bulanan atau month on month (mom). Dengan kata lain, 6,3% sejak awal tahun atau year to date (ytd). Adapun rata-rata kenaikan harga rokok HMSP 1,6% mom. Dari Penjualan bersih dan laba bersih HM Sampoerna pada semester I 2016 masih mengepul. Pada periode tersebut, penjualan bersih HMSP naik 8,22% menjadi Rp 47,34 triliun. Sementara laba bersih tumbuh 22,69% menjadi Rp 6,15 triliun.

U Bold adalah pendorong pertumbuhan kinerja HM Sampoerna pada periode mom Juli 2016. Pertumbuhan penjualan merek itu 4% mom. Selanjutnya di posisi kedua adalah merek rokok Dji Sam Soe Magnum Blue 16 yang mencatatkan pertumbuhan penjualan 2,6% mom. Selain dua merek rokok tersebut, HM Sampoerna juga memasarkan Sampoerna A, Sampoerna Kretek dan U Mild. Mereka juga mendistribusikan rokok merek internasional, yakni Marlboro.

Sejauh ini, HM Sampoerna mengoperasikan tujuh fasilitas produksi di Jawa. Perusahaan itu juga bermitra dengan 38 pihak ketiga untuk menyuplai produk. Sementara jaringan distribusi mereka tersebar melalui 106 titik di seluruh Indonesia. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top