Nasional

Hindari Pernikahan Dini Demi Kerentanan Persalinan

PATI-Pengetahuan masyarakat terhadap persoalan Keluarga Berencana (KB) masih tertuju pada sebatas alat kontrasepsi semata. Padahal tidak hanya itu, namun bagaimana upaya membentuk keluarga sejahtera. “Makanya di dalamnya melarang untuk pernikahan usia dini. Hal ini dimaksudkan agar keduanya mantap untuk menikah,” kata anggota Komisi IX DPR Hj Sri Wulan, SE dalam siaran persnya, Rabu (22/11/2017).

Acara sosialisasi Kie Kreatif BKKBN berlangsung di Halaman Balaidesa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Pati, dihadiri ratusan peserta dan dimeriahkan oleh Sanggar Tari Putra Kesuma. Hadir pula Kepala Desa Tegal Hardjo, Pandoyo dan Kepala Bidang KSKP – BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Edy Soekotjo SH.

Menurut Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, kesuksesan program KB ini terletak pada kesedaran masyarakat itu sendiri. Namun begitu DPR berkomitmen menyuksesan program KB. “Kita lakukan dengan konsen mendukung BKKBN sebagai ujung tombak kesuksesan program KB, termasuk soal penambahan anggaran dan sosialisasi ini,” ujarnya

Oleh sebab itu, lanjut anggota Fraksi Partai Gerindra, pihaknya akan terus memberikan edukasi soal Program KB tersebut. Sehingga wawasan pengetahuan masalah KB menjadi utuh. “Kita tidak akan bosan-bosan memberi pengetahuan. Kegiatan ini tak lebih adalah proses transfer of knowledge untuk masyarakat,” ungkapnya

Legislator asal Jateng III ini menjelaskan bahwa Keluarga Berencana merupakan perencanaan membangun keluarga kecil, sejahtera dan harmonis. “Karena itu untuk menikah perlu kesiapan pisik dan mental. Diharapkan nanti punya anak sudah benar-benar dewasa pikirannya. Kalau masih muda, suka dolan, nanti malah punya anak dititipkan ke orang tuanya,” paparnya.

Sementara itu, Edy Sukotjo Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Jawa Tengah mengatakan kaum pernikahan sebaiknya menghindari pernikahan dini. ”Persalinan di usia dini memang rentan akan kematian saat melahirkan,” katanya.

Selain itu, ia berharap dengan agenda sosialisasi seperti ini akan berhasil. Sebab disampaikan secara kreatif. ”Dampak tidak suksesnya program BKKN adalah terjadinya ledakan penduduk,” ucapnya

Dengan ini, lanjut Edy, maka akan terjadi masalah seperti pemenuhan pangan. Makanya sosialisasi semacam ini diperlukan untuk terus mengedukasi masyarakat betapa pentingnya ikut program KB.

Diakui Edy, pihaknya perlu membuat jejaring, untuk keberhasilan program KB ini. Makanya BKKBN menggandeng kalangan DPR sebagai mitra kerja.”Apalagi dengan sosialisasi yang menarik seperti yang dilakukan kali ini,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top