Nasional

Hindari Konflik Sosial, PKS Usulkan PT Presiden 15 Persen

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Jika Golkar dan NasDem mengusulkan parliamentary threshold (PT) sebesar 7 persen, tapi PKS mengeaskan cukup 5 persen, naik satu persen dibanding pemilu 2019 sebesar 4 persen. Kalau 7 persen akan banyak rakyat tidak terwakili.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (10/3/2020).

“Kalau PT 7 persen maka akan banyak partai yang tidak mencapai. Jangan kan tujuh persen, enam persen saja masih sulit. Jadi, usulan PKS 5 persen itu lebih rasional,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, dengan cara itu, maka keinginan untuk mengonsolidasikan demokrasi bisa tetap bisa tercapai. Demikian pula presidential threshold (PT presiden), ia setuju PT presiden itu 15 persen, sehingga akan lebih dari dua capres yang akan bersaing di pilpres.

“Kalau 20 persen, maka akan berhadap-hadapan seperti pilpres 2019 lalu, yang justru berpotensi terjadi pemecah-belahan di tengah masyarakat dan mengancam desintegrasi bangsa,” ujarnya.

Karena itu, PKS mengusulkan untuk kembali kepada pola pemilu 2004 dengan PT presiden sebesar 15 persen, sehingga memungkinkan terjadi pencalonan presiden yang mengakomodasi realita politik. “Dengan PT 15 persen, minimal akan ada lebih dari dua capres, dan saya yakin tidak akan membelah rakyat,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top