Nasional

Hidayat: Pembebasan Sandra di Papua sebagai Wujud Cinta Negara

MALANG, Wakil Ketua MPR RI M. Hiadayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi TNI dan Polri yang pada Jumat (17/11/2017) ini berhasil menyelamatkan 1.330 warga Tembagapura, Papua dari kempok kriminal bersenjata atau KKB.

“KKB itu sesungguhnya adalah sparatis, yang mencoba untuk menguasai Indonesia,” tegas Hidayat ketika membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Pendidikan Bela Negara untuk Resimen Mahasiswa se Provinsi Jawa Timur di Kota Wisata Batu Malang Jawa Timur, Jumat (17/11/2017) malam.

Menurut Hidayat cinta negara itu untuk memastikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi Pancasila akan berkelanjutan, sehingga beragam tantangan seperti radikalisme, terorisme, komunisme, liberalisme, termasuk sparatisme, maka melalui jalur pendidikan bela negara ini anak-anak muda akan mudah dikoreksi.

Artinya kata Hidayat, ketika anak-anak muda mempunyai semangat yang sangat kuat untuk membela negara, maka kepada mereka diberi pemahaman yang baik tentang negara Indonesia.

Karena itu MPR melakukan sosialisasi Empat Pilar menjadi bagian konstribusi MPR untuk memastikan Indonesia adànya beragam ancaman terhadap NKRI.

Dengan demikian generasi muda memiliki peran besar karena, secara demokrafis anak-anak muda itu menjadi mayoritas di Indonesia, dan mereka juga akan melanjutkan kepemimpinan di Indonesia.

“Jadi, mereka harus mempersiapkan diri, salah satu caranya melalui pemahaman yang baik dan benar tentang Pancasila,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat kesadaran Bela Negara ini penting untuk ditanamkan sebagai landasan sikap dan perilaku bangsa Indonesia, dàlam menghadapi kompleksitas ancaman, sekalgus untuk mewujudkan pertahanan dan ketahanan nasional.

Dimàna masa depan yang lebih baik akan terwujud jika semua memiliki landasan ideologi, konstitusional, dan komitmen kebangsaan yang kuat, dan menghargai kebhinnekaan.

Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Pendidikan Bela Negara di Kota Batu ini adalah kali kedua diselenggarakan oleh MPR di tahun 2017. Sebelumnya digelar di Lampung.

Pendidikan Bela Negara ini diikuti oleh 100 mahasiswa anggota Resimen Mahasiswa dari 22 Perguruan Tinggi di Jawa Timur, yang berlangsung empat hari, sejak 17 hingga 20 November 2017.

Selain Hidayat hadir pula Atfiah El Zam Zami, MM., dan Plt. Sekda Kota Batu Dr. Alwi, dan anggota MPR sepert Hardisoesilo (Golkar), Khotibul Umam Wiranu (Demokrat), HM. Lukman Edy (PKB), Syafruddin (PAN) dan lain-lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top