Investasi

Herman: Asing Tak Boleh Beri Nama Pulau

JAKARTA, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI E. Herman Khaeron menegaskan jika penamaan pulau itu harus pemerintah Indonesia dan itu harus didaftarkan ke PBB. Karena itu tidak boleh asing memberi nama pulau yang doikelola. Bahwa mengelola boleh sesuai aturan perundang-undangan, tapi pemberian nama harus oleh pemerintah Indonesia sendiri.

“Jadi, pemberian nama itu harus oleh negara dan didaftarkan ke PBB. Dari 17 508 pulau yang didaftarkan ke PBB baru 14.500 lebih pulau yang sudah diberi nama, dan ditetapkan dengan koordinat,” demikian politisi Demokrat itu pada wartawan di Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Untuk itu kata Herman, asing boleh mengelola sesuai aturan yang ada dan untuk kemakmuran rakyat. Namun tidak boleh pengelolaan itu sampai 80 hingga 100 tahun. Juga pengelolaan itu tidak semua bisa untuk usaha individu maupun korporasi, karena sebagian besar pulau-pulau itu adalah untuk konservasi alam. “Semua ada aturannya dan tidak bebas termasuk memberikan nama,” pungkasnya.

Dari 17.000 pulau yang ada di Indonesia, sebanyak 4.000 pulau terluar saat ini belum dikelola oleh pemerintah. Belum terkelolanya tersebut, berkonsekuensi pada belum ada penamaan pulau secara resmi. Padahal, sesuai prosedur dalam United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, untuk kepentingan pengelolaan, dibutuhkan identikan yang jelas dan sah alias diakui negara.

Di sisi lain, dasar hukum yang menjadi pegangan dalam penamaan pulau di Indonesia adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2006 tentang Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi. Salah satu tujuannya agar mewujudkan tertib administrasi dalam bidang pembakuan nama rupabumi di Indonesia, termasuk pulau-pulau.

Hanya saja administrasi penamaan pulau tidak bisa sembarangan. Seperti halnya 10 pulau tujuan wisata prioritas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata pada 2015 lalu. Yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo, Mandalika, Wakatobi, Pulau Morotai, dan Labuan Bajo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top