Headline

Harga Gabah Di Tuban Anjlok, Bulog Diminta Berperan

JAKARTA-Perum Bulog diminta menyerap produksi beras di Tuban. Alasannya harga gabah jatuh hingga di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Saat ini produksi beras kian membaik. Akibatnya, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di 7 kabupaten anjlok sampai di bawah HPP yang sebesar Rp 3.700/kg. “Ada 7 kabupaten harganya di bawah HPP. Ini kita segera bergerak cepat, tapi Bulog sudah bergerak (menyerap),” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (1/2/1017).

Amran menambahkan untuk mengantisipasi rendahnya harga jual di tingkat petani, pemerintah meminta Bulog dan PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) menyerap produksi petani dengan harga sesuai HPP.

Ketujuh kabupaten yang harga gabahnya di bawah HPP adalah Purworejo Rp 3.300/kg, Jepara Rp 3.400/kg, Kendal Rp 3.600/kg, Banjarnegara Rp 3.500/kg, Grobogan Rp 3.500/kg, Rembang Rp 3.500/kg, dan Tuban Rp 3.700/kg. “Ini kan Januari. Kalau dulu dibandingkan harga Januari itu harga gabahnya Rp 4.000-5.000/kg. Sekarang ada yang dijual Rp 3.500/kg, ada yang Rp 3.300/kg itu ada 7 kabupaten yang turun. Harganya ini kita pantau setiap hari,” ujarnya.

Serap Bawang Merah

Selain itu, Mentan Amran juga menyebut di Solok, Sumatera Barat, akan dibangun lumbung bawang baru seluas 10.000 ha. Yang kini telah ditanami 5.000 hektar.

Namun, saat ini harga jualnya bawang di Solok juga jatuh yaitu Rp 10.000/kg. sementara sesuai Permendag 63/2016 harga jual bawang jenis konde basah ditetapkan Rp 15.000/kg, sehingga Amran meminta Bulog dan PPI menyerap produksi petani. “Kurang lebih ada 10.000 ha sekarang sudah tertanam 5000 tiba-tiba harga jatuh. Ini kita tangani di saat harga tinggi kita bergerak cepat. Saat harga turun kita juga bergerak cepat,” ujarnya.

Ia mengatakan, padahal ada rencana mau mengekspor bawang merah ke Malaysia dan Singapura. Namun, saat ini ia memfokuskan PPI dan Bulog untuk menyerap produksi petani terlebih dulu sebelum ekspor.
“Tapi kita membuat plan B, ada rencana untuk ekspor ke Malaysia dan Singapura. Nanti kita lihat, yang terpenting sekarang bagaimana kita dorong PPI dan Bulog bergerak cepat untuk menyerap produksi petani,” tutupnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top