Nasional

Haji Ilegal Akibat Lamanya Waiting List

JAKARTA, Diantara munculnya jamaah haji ilegal yang ditangkap dan dipulangkan oleh pemerintahan Arab Saudi, akhir-akhir ini karena mereka masuk secara ilegal. Misalnya menggunakan paspor turist, paspor tenaga kerja dan penyalahgunaan lainnya yang tidak terdaftar di Kemenag RI.

Sebab, munculnya jamaah haji ilegal itu karena tiga faktor; yaitu semangat yang tinggi bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah haji, daftar tunggu atau waiting list yang lama dan pengawasan yang lemah.

Demikian disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong dalam diskusi ‘Revisi UU Haji dan Umroh Solusi Tertibkan Jamaah Haji Ilegal? bersama Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh), Muharom Ahmad, dan pengamat Haji dan Umroh, M. Subarkah di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Daftar tunggu antara 35 tahun hingga 41 tahun untuk daerah di luar Jawa. Sedangkan di Jawa antara 15 tahun hingga 20 tahun. Padahal, kuota haji yang diberikan oleh Arab Saudi baru 211.000 jamaah dan ditambah 10.000 jamaah. “Jadi, untuk haji tahun sebanyak 221.000 jamaah,” ujarnya.

Kedua, semangat haji yang sangat kuat bagi umat Islam Indonesia. “Kewajiban haji mendorong kuat umat Islam sehingga sulit dibendung untuk berhaji,” kata Ali Taher.

Karena itu dia meminta Kemenag RI kerjamsama dengan Kemenlu RI untuk terus melobi pemerintah Arab Saudi untuk terus minta tambahan kuotas. Sedangkan untuk pengawasan harus kerjasama dengan pihak keimigrasian, agar bisa mengontrol jamaah haji yang ilegal tersebut.

Selain itu dia meminta pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia tidak lepas tangan untuk ikut mengawasi jamaah haji khususnya yang ilegal itu. Mengapa? “Karena prosedurnya juga dari daerah. Sehingga daerah tak bisa lepas tangan,” tambahnya.

Ali Taher juga berharap untuk akomodasi, kasus nasi basi itu karena dimasak di atas 6 jam sebelum dimakan. “Kalau dimasak di atas 6 jam pasti nasinya basi.

Menyinggung penipuan umroh oleh ‘First Travel’, Ali Taher sudah melihatnya sejak setahun lalu. Dimana biaya umroh Rp 14 juta yang ditawarkan itu jelas tak rasional. Padahal, biaya yang 2.200 dollar AS atau Rp 26 juta hingga Rp 28 juta.

“Atau kalau pemerintah ingin agar perusahaan umroh dan haji itu tidak menyimpang, maka harga yang ditawarkan ada standar minimal dan maksimalnya. Sehingga semua travel umroh memberikan harga yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top