Industri & Perdagangan

Hadapi Covid-19, Martin Usul BUMN Dijadikan Tiga Cluster

Martin Manurung Wakil Ketua Komisi VI DPR

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mengusulkan kepada Menteri BUMN Erick Tohir agar membuat 3 klasifikasi (cluster) BUMN guna menghadapi wabah Corona (Covid-19). Alasannya, belum bisa diprediksi wabah Covid akan berakhir, karena bisa saja berlangsung lima hingga enam bulan ke depan.

“Menteri BUMN telah memetakan menjadi 5 klasifikasi. Namun klasifikasi sebanyak itu, hanya untuk situasi dan kondisi yang normal. Sekarang dalam keadaan tidak normal, saya mengusulkan menjadi 3 klasifikasi BUMN,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (9/4/2020).

Selain kondisi tidak normal, kata anggota Fraksi Nasdem, pemerintah juga telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah Covid-19. Karena itu, pemetaan menjadi 5 klasifikasi BUMN perlu ditinjau ulang. “Artinya perlu diperkecil lagi ruang klasifikasi tersebut,” ucapnya.

Adapun usulan menjadi tiga klasifikasi, lanjut Martin, pertama BUMN yang memang harus “diistirahatkan” dulu. Kedua, BUMN yang harus tetap beroperasi meski harus menanggung kerugian. Ketiga, BUMN yang menjadi ganda terdepan dalam menghadapi Covid 19.

BUMN yang harus diistrahatkan dulu, artinya perusahaan tersebut kalau memang terus beroperasi, maka akan menambah beban pembiayaan. Sehingga perlu harus diistirahatkan. Namunn demikian untuk semantara ini, BUMN tersebut tidak boleh melakukan PHK. “Kerena pegawai BUMN yang jumlahnya ribuan karyawan tetap bisa memperoleh penghasilan. Sehingga dengan begitu, demand kita masih bisa tertolong,” terangnya.

Lalu, BUMN yang harus tetap beroperais meskipun menanggung kerugian. Tentu ini BUMN-BUMN yang terkait dengan services (pelayanan). Perusahaan ini tetap bisa beroperasi secara minimal tetapi harus tetap berlangsung. Misalnya BUMN sektor transportasi. “BUMN ini, harus melakukan pengiriman perangkat medis, misalnya memasok kebutuah masker, hand saniter, APD dan kebutuhan pangan,” papar Martin.

Yang terakhir, BUMN-BUMN yang menjadi ganda terdepan dalam mengadapi Covid 19, yaitu perusahaan yang bergerak pada sektor kesehatan, energi dan pangan. Apalagi, khusus untuk sektor kesehatan. Kebutuhan atau demand untuk peralatan keesehatan sangat tinggi.

Legislator dari Dapil Sumut II mendorong agar BUMN bisa memproduksi makser kain secara besar-besaran. Karena pasti akan terserap oleh pasar.

Apalagi kita dapati di lapangan, harga masker masih tinggi. Alasanya, supplainya sangat rendah ke pasaran. Oleh karena itu, BUMN harus bisa membanjiri produksi masker kain, masalahnya komoditi ini terus dicari.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis mencapai sebanyak 12 juta item dalam 4 bulan mendatang.

Bahkan Kemenperin telah memetakan potensi industri APD di dalam negeri, termasuk juga industri tesktil yang bersedia memproduksi APD dan masker.

APD yang dibutuhkan, meliputi pakaian, caps, towel, sarung tangan, pelindung kaki, pelindung tangan dan kacamata pelindung wajah. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top