Nasional

Gus Yahya Ketua Umum PBNU, NU Circle Nantikan Visi Pendidikan dan Ekonomi Lebih Riil

KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya C. Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa kepemimpinan PBNU periode 2021-2026 ke depan. (NU Circle)

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Jaringan profesional santri NU Circle mengucapkan selamat atas terpilihnya KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya C. Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa kepemimpinan PBNU periode 2021-2026 ke depan.

Terpilihnya kedua sosok pemimpin muslim inspiratif ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan generasi emas nahdliyin serta mengangkat derajat ekonomi warga nahdliyin secara lebih riil.

“Sekali lagi kami mengucapkan selamat. Semoga KH Miftahul Akhyar dan Gus Yahya dapat membawa kapal besar PBNU ini dengan baik dan amanah,” kata Ketua Umum NU Circle Dr. R. Gatot Prio Utomo di Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Keputusan pemilihan dan penetapan dua pucuk pimpinan PBNU itu ditetapkan pada Sidang Pleno V yang dipimpin Ketua dan Sekretaris Panitia Pengarah Muktamar Ke-34 NU Prof Muhammad Nuh dan H Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Jumat (24/12/2021).

Harapan NU Circle menurut Gatot Prio Utomo, semoga Gus Yahya dapat lebih riil meningkatkan kualitas pendidikan generasi emas nahdliyin dan mengangkat kesejahteraan warga nahdliyin lebih baik, konkret, terukur berbasis data dan teknologi.

“Konkret bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan generasu nahdliyin agar lebih profesional. Harus mulai disiapkan para pemimpin muda nahdliyin di berbagai sektor, “ ujar Gus Pu, panggilan Gatot Prio Utomo.

Menurut Gus Pu, panggilan Gatot, di masa depan, banyak hal akan berubah dan terdisrupsi. Alumni pesantren mau tidak mau dituntut untuk menjadi santri-santri profesional yang lebih kompeten dan profesional di berbagai bidang.

“Tantangan di masa depan semakin kompleks. Generasi emas nahdliyin harus mulai disiapkan sejak masih dalam kandungan dengan kontrol gizi ibu hamil dan menyusui. Lalu masuk ke pendidikan dasar, mereka dikembangkan kemampuan bernalarnya dan sebelum memasuki dunia kerja disiapkan kompetensi profesionalnya serta tenaga kerja profesional disalurkan ke berbagai sektor dan instansi,” imbuh Gus Pu.

Begitu juga masalah ekonomi. Warga pra sejahtera nahdliyin harus bisa segera dientaskan menjadi lebih sejahtera dengan berbagai langkah taktis strategis di bidang ekonomi.

“Tantangan Pak Presiden untuk mengembangkan peetanian dan sinergi dengan industri harus dijawab lunas dengan membangun korporasi berbasis koperasi agar seluruh elemen bisa bergabung dan bersinergi membangun kemaslahatan dan kesejahteraan bersama, “ katanya.

Gus Pu meyakini dengan ajaran ahlussunah waljmaah dan ideologi Pancasila, nahdliyin akan menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menjaga dan membentengi bangsa dan negara dari segala macam rongrongan.

“Itu tak perlu diragukan lagi. Namun keadilan untuk warg nahdliyin harus terua diperjuangkan,” unarnya.

Penulis : A. Rahman
Editor   : Budiono

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top