Market

Gus Aam Desak Pemerintah Serius Revitalisasi Bahasa Daerah dan Guru P3K

Gus Aam Desak Pemerintah Serius Revitalisasi Bahasa Daerah dan Guru P3K
Anggota Komisi X DPR Fraksi Nasdem, Mohammad Haerul Amri sebelum raker dengan Menpora/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi X DPR, Mohammad Haerul Amri menyoroti dua permasalahan penting terkait penempatan guru Perjanjian Kerja (P3K) P3K yang telah diterima dan perlunya revitalisasi ratusan bahasa daerah yang terancam punah. “Permasalahan ini perlu mendapat perhatian serius Mendikbudristek, karena menyangkut sumber daya manusia Indonesia ke depan,” katanya di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Legislator Nasdem ini mengingatkan pemerintah agar penempatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) harus seimbang dan merata. Artinya, seyogyanya tidak semua diambil untuk sekolah negeri. “Karena, kita tahu di Indonesia ini ada dua ormas besar dan ormas lainya, yang sangat membutuhkan tenaga guru-guru,’ ujarnya.

Gus Aam-sapaan akrabnya mengaku berasal dari Dapil Pasuruan yang merupakan basis pondok pesantren sangat membutuhkan tenaga-tenaga guru berkualitas dan berpengalaman. “Wilayah saya, Pasuruan merupakan basis Pondok Pesantren, makanya harus dipikirkan secara cermat.”

Dia menjelaskan sejumlah ormas yang concern pendidikan, yakni NU, Muhammadiyah, Matlaul Anwar, Persis dan lain-lain. “Kalau semuanya guru-guru P3K diambil semua oleh sekolah negeri, nanti akan mengganggu situasi pemerataan SDM, dan bagaimana nasib lembaga-lembaga pengajaran yang sangat membutuhkan tenaga guru.”

Hanya saja, Ketua bidang Pemuda dan Olah Raga DPP Partai NasDem mengapresiasi pertemuan Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Menteri Agama, Yaqut Cholil Choumas terkait frase Madrasah dalam UU Sisdiknas.

Disisi lain, Sekjen DPP Garda Pemuda NasDem mendorong Mendikbud, Nadiem Makarim untuk serius merevitalisasi sekitar 718 bahasa daerah. Karena dalam literasi bahasa santri, ada pepatah yang mengungkapkan seperti ini, yakni “Mengambil tradisi yang baik dari sebuah tradisi masyarakat sambil terus merestorasi tradisi tersebut agar jauh lebih baik lagi.”

Oleh karena itu, Aam mengapreasi dan menyambut baik kepada jajaran Mendikbudristek untuk merevitalisais ratusan bahasa daerah, sehingga NKRI bisa tetap terjaga. Karena dalam ratusan bahasa daerah tersebut terkandung nilai budaya dan kekayaan kearifan lokal yang bisa diajarkan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan hal ini menjadikan generasi muda Indonesia bisa tahu dan paham serta ikut menghargai tentang kebudyaan lokal,” pungkasnya. ***

Penulis    :     Arpaso
Editor      :    Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top