Nasional

Guru Besar UI: Tak Ada Bukti, Mau Apa lagi KPK pada Novanto?

JAKARTA, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Burhanudin Djabir Magenda mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk menetapkan Setya Novanto kembali sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

Penerbitan sprindik baru membutuhkan dua alat bukti permulaan yang baru dan cukup. Sementara itu, Hakim Cepi Iskandar dalam putusannya menyatakan bukti-bukti dari perkara sebelumnya tak bisa digunakan kembali dalam kasus Novanto di proyek e-KTP.

“Butuh dua alat bukti baru. Bukti yang sebelumnya sudah tidak dapat digunakan atau tidak ada lagi, maka tak bisa untuk menjerat Novanto,” tegas Burhanudin pada wartawan di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Dalam pertimbangannya, hakim tunggal praperadilan Cepi Iskandar menyinggung soal surat perintah penyidikan untuk Novanto dengan nomor Spring.Dik-56/01/07/2017 tertanggal 17 Juli 2017 itu tidak sah.

Tak hanya itu, Cepi juga mengatakan bukti-bukti yang digunakan dalam perkara sebelumnya tidak bisa digunakan untuk menangani perkara selanjutnya.

Jika menelisik dari hasil putusan itu, pria yang juga mantan anggota DPR periode 1999-2004 ini menyebutkan KPK tidak bisa mencari-cari celah kesalahan Novanto.
“Saya kira tidak bisa ya, dicari-cari juga nggak bisa. Apalagi sudah di eksplore. Praperadilan sudah lengkap, mau dicari apa lagi?” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top