Nasional

Gontor Berduka, KH. Rusydi Bey Fanani Wafat

JAKARTA, KH Rusydi Bey Fanani putra pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur, wafat pada usianya yang ke-81 tahun. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama yang membawa angin penyejuk ke Ponpes Gontor karena wataknya yang pintar memberi solusi, baik, dan luwes.

Wakil Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi dalam keterangannya mengatakan, almarhum KH Rusydi wafat di Wisma Badan Wakaf Pondok Gontor pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 13.30 WIB. Di matanya, almarhum merupakan orang yang pandai menyelesaikan masalah. Sebab, kemampuannya melobi, mencari solusi, dan menjembatani berbagai hal dengan berbagai pihak sangat baik.

“Beliau bisa menjembatani kalau ada masalah antara pondok pesantren dan pihak lain. Secara individu beliau seperti bapaknya dulu,” kata Hamid di Pesantren Gontor, Ahad (8/1/2017).

Menurut Hamid, KH. Rusydi merupakan sosok ulama yang ramah, luwes dan memiliki banyak sahabat. Selain itu, beliau nampak mempunyai hati yang dingin karena tidak mudah emosi dalam situasi seperti apa pun. Sebaliknya, beliau merupakan pribadi yang selalu ceria.

Selain itu, KH. Rusydi sering tampil menjadi orang yang memberikan solusi bila terjadi perbedaan. Sehingga, kehadirannya di Ponpes Gontor sebagai angin penyejuk. Almarhum di Badan Wakaf Ponpes Gontor juga selalu memberikan pandangan dan pemikiran yang bermanfaat untuk Ponpes Gontor secara umum.

Sebelumnya, setelah perubahan anggota Badan Wakaf Ponpes Gontor pada tahun 1976, KH. Rusydi mewakili keluarganya menjadi salah satu anggota badan wakaf. Di situ Alm. KH. Rusydi mempunyai banyak peran dan ide untuk pengembangan Ponpes Gontor. “Selain itu beliau lah yang selama ini selalu membantu urusan Gontor di Jakarta dalam segala macam kegiatan,” ujarnya.

Bahkan, sekitar tahun 1960 sampai 1970, rumah beliau selalu menjadi tempat singgah orang-orang dari Gontor ketika ada urusan di Jakarta. Menurut Wakil Rektor Universitas Darussalam Gontor tersebut, ada hal yang menarik dalam sejarah keluarga Almarhum KH. Rusydi.

Ayah alm. adalah KH. Zainuddin Fanani, sosok ulama yang mendirikan Ponpes Modern Gontor. KH. Zainuddin adalah seorang pimpinan wilayah atau yang mewakili Muhammadiyah di Palembang, dan Bengkulu.

Ada cerita KH. Zainuddin bersahabat dengan Buya Hamka dan Buya Malik Ahmad, tiga ulama ini diutus Muhammadiyah untuk berdakwah ke Sumatera. KH Zainuddin berdakwah ke Palembang, Buya Hamka ke Aceh, dan Buya Malik ke Padang. Mereka bertiga sepakat untuk menamakan anak mereka dengan nama depan Rusydi.

Menurut Hamid, ketiga ulama besar pun menamakan anak mereka dengan nama depan yang sama sebagai simbol persahabatan mereka. Ketika menjalankan tugas dakwah di Palembang, KH Zainuddin bertemu Bung Karno saat dibuang ke Palembang. Kemudian, beliau yang menikahkan Bung Karno dengan Fatmawati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top