Nasional

Golkar Jadi Target Politik KPK?

JAKARTA-Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terus menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dinilai sebagai tindakan politis karena memang memasang target terhadap Partai Golkar. “Buktinya yang di OTT akhir-akhir ini banyak pejabat daerah dari Golkar. Bupati Kutai Kartanegra Rita Widyasari sebagai Cagub Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan cagub dengan survei tertinggi,” kata Ketua pansus angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa kepada wartawan di Rumah Cuklik, Bogor, Minggu (8/10/2017).

Termasuk Ketum Golkar Setya Novanto, yang terbukti menang dalam praperadilan masih juga mentarget Novanto untuk jadi tersangka lagi. “Jadi, ada apa dengan KPK?” tanya Agun.

Namun Agun tidak merinci siapa yang menarget di KPK menjelang Pilkada 2018 dan pemilu 2019 tersebut. “Ya, ada asing yang berkepentingan dengan Indonesia sebagai negara yang kaya dan berpenduduk muslim terbesar di dunia,” jelasnya.

Anehnya lagi kata Agun, KPK menganggap dirinya dianggap sebagai orang yang menghang-halangi proses penyelidikan atau obstruction of justice dengan membentuk Pansus angket KPK.
“Apakah KPK tak paham bahwa angket itu amanaat konstitusi yang diatur melalui UUD MD3. Angket itu hak yang melekat pada DPR. MK pun menolak provisi dan PTUN menolak gugatan angket yang diajukan KPK,” ungkapnya.

Lalu kenapa KPK masih tidak bersedia menghadiri rapat pansus? “Padahal kehadirannya itu untuk mengonfirmasi temuan-temuan pansus, yang ternyata memang ada abus of power di KPK. Bukankah sikap KPK ini yang menghalang-halangi proses pengadilan? Dan inikah yang disebut sebagai of construction of justice?” tanya Agun kecewa.

Menurut Agun, selama 15 tahun reformasi ternyata KPK tak mampu mencegah korupsi karena korupsi justru makin meningkat.

Dengan demikian berarti ada yang tidk.beres dengan KPk. “Apa yang disebut klik, geng itu ada meskidi KPK itu kecil tapi bisa mempengaruhi secara kelembagaan. Karena itu perlu pembenahan KPK,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top