Nasional

Generasi Muda Sangat Antusias Ikuti Kelas Pemikiran Gus Dur

JAKARTA – Ibu Negara ke 4 Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid membuka secara resmi dimulainya kelas pemikiran Gus Dur Angkatan II yang diselenggarakan oleh Jaringan GusdurianJakarta. Kelas ini berlangsung selama 2 hari ini adalah untuk mempelajari pemikiran dan perjalanan perjuangan Gus Dur selama hidupnya.

Kegiatan ini diikuti 40 anak muda dari berbagai latar belakang yang berbeda dan diharapkan bisa lebih memperkenalkan ajaran Gus Dur sampai bisa diteruskan oleh generasi muda demi kelangsungan berbangsa dan bernegara yang rukun, toleran, saling menghormati, menghargai dan damai berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

“Saya berharap kalian anak-anak muda bisa terus merawat kebhinekaan bangsa ini, dan bahu-membahu membangun negara tercinta ini seperti yang telah dicontohkan oleh alm. Gus Dur,” demikian Nyai Hj. Shinta Nuriyah dalam sambutannya Minggu (2/4/2017) di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Menyinggung intelektual Gus Dur, Priyo Sambadha mantan staf pribadi Gus Dur selama menjadi Presiden RI di Istana Negara itu, mengatakan bahwa dalam masa kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden, walau dalam waktu singkat, Gus Dur telah berhasil melakukan banyak hal yang fundamental sehingga mengubah NKRI menjadi lebih demokratis dan humanis.

Presiden Gus Dur juga mengubah institusi kepresidenan menjadi lebih proporsional dan merakyat.

Dimana hak-hak setiap warga negara juga lebih diakui dan dihargai tanpa memandang perbedaan suku, ras maupun agama. Antara lain dicabutnya pelarangan tentang budaya Tionghoa dan diakuinya Agama Konghucu sehingga Hari Raya Imlek menjadi Hari Libur Nasional.

Dalam dialog berbagai pertanyaan seputar Gus Dur muncul. Priyo dengan lugas diselingi guyonan ala Gus Dur mengatalan salah satu pertanyaan menarik dari peserta adalah bagaimana Gus Dur mampu langsung menjawab pertanyaan atau melakukan pemaparan dalam suatu acara diskusi. Padahal sebelumnya Gus Dur tertidur sambil duduk.

Menurut Priyo, yang juga Ketua Presidium Barikade GusDur berpendapat bahwa Gus Dur pernah menjelaskan kepadanya tentang hal itu. Menurut beliau, rahasianya adalah beliau cukup mendengar saja awal dan akhir pembicaraan. Dari situ bisa ditebak isi pembicaraan seseorang.

Namun, kata Priyo, untuk mampu melakukan hal itu tentu dibutuhkan pengetahuan, kecerdasan dan referensi yang sangat luas seperti yang dimiliki Gus Dur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top