Market

Gandeng BPKH, LAZISNU Bantu Puluhan Mahasiswa Berprestasi Peroleh Beasiswa

Gandeng BPKH, LAZISNU Bantu Puluhan Mahasiswa Berprestasi Peroleh Beasiswa
Direktur eksekutif LAZISNU, Qohari Cholil (berbaju putih) dan Rektor UNUSIA, Juri Ardiantoro (paling kanan)/Foto: Humas Lazisnu

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZISNU) PBNU menggandeng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI menyalurkan puluhan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta. Program Beasiswa Nusantara ini merupakan implementasi kerja sama LAZISNU PBNU dengan BPKH RI dalam bentuk bantuan pembiayaan perkuliahan dan living cost (biaya hidup) mahasiswa UNUSIA.

“Jadi intinya jangan sampai ada mahasiswa di lingkungan NU, baik di UNUSIA maupun di kampus yang lain, putus studi gara-gara tidak punya biaya,” kata Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU Qohari Cholil kepada wartawan sebelum diskusi berthema “Implementasi Maqashid Syariah dalam Pendidikan Aswaja” dengan narasumber, Muhammad Iqbal Lutfi selaku Kepala Unit Kerja Program Kemaslahatan BPKH-NU Care LAZISNU PBNU dan Hayaturrahman dari pihak UNUSIA. Hadir pada kegiatan tersebut Tim Program Kemaslahatan BPKH RI, jajaran wakil rektor UNUSIA, dekan, dosen, dan seluruh mahasiswa penerima beasiswa.

Gandeng BPKH, LAZISNU Bantu Puluhan Mahasiswa Berprestasi Peroleh Beasiswa

Menurut Qohari, penyaluran beasiswa dilakukan dalam rangka menjalankan kegiatan yang berbasis investasi sosial di lingkungan Nahdlatul Ulama terutama dalam bidang sumber daya manusia, sebagaimana yang telah dimandatkan oleh PBNU kepada LAZISNU. “Sebagaimana mandat dari PBNU, bahwa LAZISNU harus menjadi penyokong dan penopang berbagai kegiatan sosial yang ada di lingkungan NU, maka LAZISNU memberikan beasiswa berprestasi dan secara ekonomi mengalami kekurangan, untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia di lingkungan NU.

Dirinya berharap program tersebut bermanfaat bagi penerima dan dapat ditingkatkan secara kuantitas, sehingga penerima beasiswa lebih luas jangkauannya. Adapun beasiswa tersebut disalurkan kepada 33 mahasiswa UNUSIA dari beberapa program studi (Prodi). “Untuk selanjutnya kami berharap semoga ini (beasiswa) bisa ditingkatkan, yang tadinya 33 mahasiswa, untuk tahun depan mudah-mudahan BPKH bisa menyetujui yang lebih besar lagi, sehingga penerima manfaat juga bisa diperluas jangkauannya,” harapnya.

Selain pemberian beasiswa, Qohari menambahkan, kerja sama LAZISNU PBNU dengan BPKH dalam Program Kemaslahatan meliputi bantuan lain seperti pembangunan sarana dan prasarana pesantren, masjid, pengadaan mobil ambulans dan mobil operasional. Hadir pada kesempatan tersebut Anggota Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH RI Rahmat Hidayat.

Lebih jauh Rahmat menjelaskan bantuan beasiswa itu merupakan salah satu klaster kegiatan Program Kemaslahatan BPKH RI, dari 6 (enam) kegiatan bantuan atau bidang kerja, antara lain (1) Pendidikan dan Dakwah; (2) Kesehatan; (3) Sosial Keagamaan; (4) Pemberdayaan Ekonomi; (5) Sarana dan Prasarana Ibadah; (6) Peningkatan Kualitas Pelayanan Ibadah. “Ini (beasiswa) masuk ke klaster Pendidikan dan Dakwah. Jadi kita tahu bahwa tantangan umat di samping ekonomi juga masalah pendidikan yang masih perlu terus untuk ditingkatkan. Termasuk juga di lingkungan keluarga besar Nadhlatul Ulama yang merupakan mayoritas muslim di Indonesia. Oleh karena itu, BPKH di sini berharap sedikit bisa membantu mengatasi problema pendidikan,” jelas Rahmat.

Dengan adanya penyaluran beasiswa, lanjut Rahmat, diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk mempercepat masa penyelesaian kuliah dan meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa UNUSIA, karena sudah tidak perlu memikirkan biaya. “Kalau bisa kualitas pendidikannya baik, maka bisa mandiri secara ekonomi, juga sekaligus bisa menjaga kualitas keturunan, dan juga menjaga akal karena mempunyai kualitas pendidikan yang baik,” imbuhnya.

Sementara itu Rektor UNUSIA Juri Ardiantoro berharap setelah program Beasiswa Nusantara, pihaknya dapat membangun kemitraan lain dengan LAZISNU dan BPKH, yang membuat kampus UNUSIA menjadi tempat bagi anak muda NU untuk dapat terus berkembang. “LAZISNU sudah banyak membantu UNUSIA dalam berbagai bentuk. Dan kali ini LAZISNU memfasilitasi bantuan dari BPKH, untuk memberikan bantuan pendidikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa UNUSIA,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Juri, UNUSIA bisa dijadikan sebagai tempat di mana anak-anak muda NU bisa kuliah di UNUSIA dan bisa dibantu oleh berbagai pihak, termasuk LAZISNU dan BPKH. “Ini memang program baru yang diberikan BPKH melalui LAZISNU kepada mahasiswa UNUSIA. Kami doakan LAZISNU menjadi lembaga filantropi yang besar sehingga bisa banyak membantu anak-anak muda NU untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik,” terang Juri.

Juri juga menjelaskan beasiswa yang diterima oleh 33 mahasiswa UNUSIA dari berbagai Prodi itu diseleksi dengan beberapa kriteria mulai dari akademik, keaktifan mahasiswa, dan tentu berkaitan dengan masalah ekonomi. Jadi beasiswa ini, imbuhnya, memang disalurkan bagi mahasiswa yang betul-betul membutuhkan bantuan. “Prosesnya secara intens didiskusikan dengan LAZISNU; bagaimana seleksi mahasiswa dan teknis pemberian beasiswanya. Kami punya target, siapa yang menerima beasiswa betul-betul bisa memanfaatkan beasiswa ini dengan baik dan lulus dari UNUSIA dengan prestasi yang membanggakan,” tutupnya.

 

Penulis    :    Iwan Damiri
Editor      :    Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top