Perbankan

Gandeng BPD, SMF Genjot Penyaluran Dana ke Indonesia Timur

Mata Uang Rupiah/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Realisasi penyaluran dana tampaknya belum merata, bahkan mayoritas masih terkonsentrasi pada Indonesia bagian Barat yang mencapai 84,26 persen. Sementara Indonesia bagian Tengah mencapai 15,07 persen dan Indonesia bagian Timur hanya 0,67%. “Memang kami harus lebih aktif lagi, tapi keaktifan ini harus dibarengi mitra kami, khususnya BPD mulai aktif dan proaktif salurkan KPR,” kata Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo di Jakarta, Senin, (27/6/2020).

Lebih jauh kata Ananta, SMF siap membantu Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menjadi mitra mulai dari pelatihan, memberikan standar prosedur untuk kredit pemilikan rumah (KPR), dan kebutuhan untuk refinancing. “Untuk itu BPD harus didukung pemegang saham yakni pemda,” ungkapnya.

Selain BPD, BUMN di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini juga sedang mengevaluasi untuk menjadikan BPR mitra jika lembaga jasa keuangan ini lebih proaktif, transparansi, dan tata kelola yang memadai. Meski diakuinya jumlah modal BPR terbatas, namun lembaga jasa keuangan lokal itu juga mengenal nasabah di daerah. Hingga Juni 2020 total debitur SMF mencapai 1.039 juta orang terdiri dari 77,3 persen pinjaman termasuk program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), 22,5 persen sekuritisasi dan 0,08 persen pembelian KPR.

Selama semester I-2020, SMF mencatat total aset mencapai Rp29 triliun dari target Rp34 triliun, kemudian liabilitas mencapai Rp19,8 triliun dari target Rp22,7 triliun. Realisasi penyaluran pinjaman mencapai Rp4,2 triliun atau baru 32,24 persen dari target Rp13 triliun, ekuitas mencapai Rp9,4 triliun dari target Rp11,9 triliun, pendapatan mencapai Rp1,12 triliun dari target Rp2,3 triliun.

BUMN ini juga mencatatkan laba sebesar Rp242 miliar dari target Rp398 miliar dengan beban, pajak dan cadangan (CKPN) mencapai Rp880 miliar dari target Rp1,9 triliun. Secara akumulasi sejak tahun 2006 SMF sudah menyalurkan dana dari pasar modal ke pasar pembiayaan primer mencapai Rp66,2 triliun. Akumulasi ini terdiri dari penyaluran pinjaman Rp53,9 triliun, sekuritisasi Rp12,15 triliun, dan pembelian KPR Rp106 miliar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top