Nasional

Gagasan Ma’ruf Amin Lebih Konkret Dibanding Sandi

JAKARTA, Pengamat politik Emrus Sihombing menegaskan gagasan cawapres KH. Ma’ruf Amin lebih unggul dari Sandiaga Uno dalam debat Pilpres 2019, Minggu (17/3) lalu. Menurutnya gagasan KH. Ma’ruf Amin lebih konkret.

“Pernyataan Sandi itu indah di atas kertas, tapi tidak menginjak bumi. Indah secara konseptual tetapi belum terlihat secara operasional bagaimana implementasi,” tegas Emrus di Jakarta, Rabu (20/3) malam.

Emrus mencontohkan gagasan Sandi yang tidak konkret dalam debat, yakni mengenai penghapusan Ujian Nasional. Ia melihat niatan Sandi mengganti UN dengan penelusuran minat dan bakat terlalu mengawang karena tidak ada penjelasan secara operasional.

Sebaliknya Ma’ruf, ia menyampaikan gagasan soal penggabungan lembaga riset ke dalam Pusat Riset Nasional merupakan hal yang memang dibutuhkan. Sebab, ia menyebut banyak negara sudah menerapkan gagasan itu guna mengoptimalkan riset.

“Selama ini lembaga riset itu tersebar di kementerian-kementerian tidak terlihat hasilnya. Kalau itu disatukan dan dikelola dengan baik akan terlihat hasilnya. Bukankah itu lebih kongkret,” ujarnya.

Emrus menilai gagasan Sandi mengintegrasikan kartu sakti yang dibuat Presiden Jokowi menjadi satu kartu, yakni dengan e-KTP pun tidak konkret. Selain sulit terealisasi, ia menilai Sandi lagi-lagi tidak menjelaskan operasional gagasan itu.

Sandi, kata dia, seharusnya menjelaskan cara satu kartu bisa semua persoalan pembiayaan, misalnya pengobatan hingga pendidikan. “Lalu teknologi apa yang akan digunakan. Itu juga tidak dijelaskan oleh Sandi,” ujar Emrus.

Berkaitan dengan e-KTP diintegrasikan dengan KIP hingga KIS, ia berkata amat berisiko. Sebab, ia berkata semua orang yang memiliki bisa mengklaim layak menerima bantuan.

“Nanti semua orang dapat kucuran bantuan, tidak ada yang kerja dong. Malah bisa anggaran kita terkuras, karena semua yang punya KTP dapat bantuan,” kata Emrus.

Sejauh itu, ia menyatakan swing voter tidak terpengaruh dengan gagasan yang disampaikan Sandi. Ia berkata swing voter dalam pemilu merupakan pemilih rasional. “Jadi kalau konsepnya tidak rasional ya mereka tidak akan tertarik,” pungkasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top