Nasional

FPPP akan Perjuangkan LGBT Masuk RKUHP

JAKARTA, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 46/PUU-XIV/2016 tentang permohonan penafsiran atas norma tentang zina, pemerkosaan dan perbuatan cabul sebagaimana tertuang dalam UU KUHP pasal 284, 285 dan 292 UU KUHP itu harus direspons secara proporsional. “Putusan MK tersebut, bukan berarti MK melegalkan perbuatan LGBT, namun MK menyerahkan perumusan norma soal LGBT itu kepada pembuat Undang-Undang (law maker) yakni DPR dan pemerintah dalam membahas Revisi KHUP,” tegas Ketua FPPP DPR Hj. Reni Marlinawati dalan ketrangannya, Jumat (22/12/2017).

Karena itu FPPP meminta anggotanya yang di Komisi III DPR membahas perubahan UU KUHP untuk terus memperjuangkan dengan memasukkan norma ketentuan LGBT dalam UU KUHP sebagai perluasan makna dari tindak pidana perzinahan.

FPPP kata Reni, akan melakukan komunikasi intensif dengan seluruh fraksi di DPR agar setuju dengan rumusan yang diusulkan Fraksi PPP. Dimana FPPP telah mengusulkan RUU Anti LGBT sebagai RUU inisiatif yang diusulkan oleh Fraksi PPP. “Jadi, FPPP akan melakukan komunikasi politik secara intensif khususnya dengan pemerintah. FPPP sebagai bagian dari partai koalisi di pemerintah mendorong pemerintah agar memasukkan LGBT menjadi bagian dari tindak pidana sebagai konsekuensi dari perluasan makna atas tindak pidana zina,” ujar anggota Komisi X DPR itu.

Menurut Reni, upaya ini semata-mata dimaksudkan untuk mengakomodir aspirasi masyarakat serta mewujudkan citra hukum Indonesia yang sarat dengan nilai agama sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.

Dikatakan, perjuangan ini mengingatkan perjuangan yang juga pernah dilakukan FPPP dalam merumuskan UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pada puluhan tahun silam yang merumuskan bahwa perkawinan bisa disebut sah jika dilakukan sesuai dengan agama yang dianut. “Komitmen politik amar ma’ruh nahi munkar yang dilakukan PPP tidak pernah dan tidak akan surut dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena PPP senantiasa bersama rakyat dan ulama sebagai pilar utama partai,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top