Nasional

FPKB Gelar Bazaar Ekonomi Rakyat

JAKARTA, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan konsisten membela kaum yang lemah dan masyarakat kecil. Karena itu PKB tidak ingin berpolitik tanpa makna nyata bagi masyarakat Indonesia.
“Ini adalah komitmen ideologis PKB yang akan dijalankan dengan konsisten dan istiqomah. Buat apa berpolitik tanpa makna yang nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kecil dan lemah,” tegas Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat membuka Bazaar “Gelaran Ekonomi Rakyat” dalam rangka Harlah PKB ke-19 di Gedung DPR/MRP RI Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin melihat indikasi kelesuan dan kemacetan perekonomian Indonesia yang ditandai dengan penutupan sejumlah gerai, toko, ataupun butik-butik pakaian di sejumlah pusat bisnis di Jakarta. Setidaknya ada tiga persoalan utama lesunya perekonomian, khususnya UMKM di Jakarta, yaitu tingginya biaya sewa tempat yang tidak lagi terjangkau, menurunnya daya beli masyarakat, dan banyaknya pungutan-pungutan yang mengganggu berbagai transaksi jual beli di masyarakat.

“Maka, PKB harus terus berupaya untuk mencarikan solusi atas persoalan-persoalan tersebut. PKB harus tetap konsisten dan dengan penuh kesabaran tetap melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang bergerak dalam bidang UMKM,” ujarnya.

Untuk itu Ketua Fraksi PKB DPR RI Ida Fauziyah menekankan kepada para anggota dewan untuk memiliki kemampuan menggerakkan perekonomian, membuka akses pasar dan modal, bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. “Penyelanggaraan bazaar merupakan salah satu upaya FPKB untuk menyediakan sarana bagi UMKM di seluruh Indonesia untuk memasarkan produk-produk unggulannya. Ini salah satu bentuk kepedulian kami di FPKB terhadap kelompok ekonomi masyarakat kecil dan menengah,” tambahnya.

Menurut dia peserta bazaar berasal dari berbagai desa di seluruh Indonesia yang merupakan hasil binaan anggota DPR RI dari FPKB. Sesuai dengan hasil Rapat Kerja FPKB tahun 2015 lalu, setiap anggota DPR RI dari FPKB harus memiliki satu desa binaan sebagai bentuk nyata pengembangan ekonomi masyarakat kecil.

Ketua Penyelenggara Bazaar dalam rangka Harlah PKB ke-19 Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz berharap agar keberadaan bazaar akan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat pada produksi dalam negeri, khususnya UMKM. “Saya yakin jika seluruh masyarakat Indonesia mencintai produk dalam negeri, maka konsumsi produk dalam negeri akan meningkat dan pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian Indonesia secara menyeluruh,” ungkap Neng Eem.

Bazaar “Gelaran Ekonomi Rakyat” melalui produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini berlangsung pada 18 hingga 20 Juli 2017 di pelataran Gedung Nusantara III DPR/MPR RI. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Harlah PKB ke-19 yang berlangsung sejak 15 Juli lalu yang diawali dengan Turnamen Futsal Wartawan yang diselenggarakan oleh Dewan Kordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa.

Kegiatan lainnya adalah Diskusi Kemiskinan Pedesaan dan Reforma Agraria pada Senin 17 Juli 2017 di Graha Gus Dur, Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat; Tasyakuran Harlah PKB ke-19 dan Pagelaran Wayang Kulit di Halaman DPR RI pada Sabtu 22 Juli 2017; Diskusi bertajuk Merawat ke-Indonesiaan yang diselenggarakan oleh Perempuan Bangsa pada Minggu 23 Juli 2017 dengan tema Tolak Radikalisme, Lawan Intoleransi; Lomba Video Blog (Vlog) dan Lomba Desain Vector Cak Imin; serta Festival Film Pendek bertajuk PKB Movie Award 2017.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top