Nasional

FPKB DPR Minta Pemerintah Cegah Covid – 19 Secara  Komprehensif

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menghimbau pemerintah melakukan penanganan secara komprehensif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Protokol penanganan Covid-19.
“Seharusnya tidak hanya terkait kesehatan, komunikasi, pengawasan perbatasan, area pendidikan, maupun area publik dan transportasi, melainkan juga mencakup penanganan virus Corona di instansi-instansi pemerintah maupun swasta,” tegas Neng Eem, Rabu (18/3/2020).
Hal tersebut disampaikan Neng Eem menanggapi status positif Corona yang menimpa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kementerian Perhubungan merupakan salah satu mitra Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur; transportasi; daerah tertinggal dan transmigrasi; meteorologi, klimatologi, dan geofisika; serta pencarian dan pertolongan.
Apa yang dialami Menhub saat ini, erat kaitannya dengan tugas beliau sebagai pejabat negara.  Karena itu, penanganan penyebaran virus Corona harus dilakukan secara komprehensif. “Tidak hanya mencakup tempat-tempat public tetapi juga instansi pemerintah dan swasta. Semuanya harus bahu membahu melawan virus Corona di bawah komando pemerintah,” tutut Neng Eem.
Menurut Neng Eem, anggota DPR  juga tidak terbebas dari potensi virus Corona. Sehingga kasus positif Corona yang dialami pejabat negara, menempatkan anggota DPR dalam kondisi waspada. Mengungat interaksi dan intensitas pekerjaan dengan mitra-mitra kerjanya di DPR.
“Apalagi, pada masa reses ini, anggota DPR harus melakukan berbagai pertemuan dengan konstituen di daerah. Resikonya meningkat jika melakukan kontak fisik dengan banyak orang. Sehingga perlu dibuat protokol yang lebih komprehensif, salah satunya yang mengatur kontak fisik, seperti bersalaman,” jelas Neng Eem.
Untuk itu dia menyarankan agar pemerintah melibatkan pihak swasta dalam penanganan penyebaran virus Corona. Instansi dan perusahaan swasta diminta untk melakukan pembersihan semua fasilitasnya dengan desinfektan, melakukan kampanye pembatasan kontak fisik dengan orang lain, dan mengembangkan lingkungan bekerja yang sehat.  Misalnya dengan menggunakan model bekerja dari rumah (work from home), seperti disarankan oleh Presiden RI Joko Widodo yaitu bekerja dan belajar di rumah.
Terkait himbauan untuk beribadah di rumah, Neng Eem menilai, akan lebih baik jika pemerintah menyediakan alat deteksi suhu tubuh dan pembersih tangan yang memadai di setiap masjid.
“Setiap orang yang akan memasuki masjid diwajibkan untuk dicek suhu tubuhnya dan membersihkan kedua tangannya dengan hand sanitizer. Hal ini dikarenakan, ada beberapa jenis ibadah yang harus dilakukan di masjid, seperti shalat Jumat bagi laki-laki,” pungkasnya.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top