Nasional

FPKB Desak Tetapkan Jalur Puncak II sebagai Jalan Nasional

JAKARTA – Pemerintah diharapkan untuk segera menetapkan ‘Jalur Puncak II’ menjadi Jalan Nasional dan realisasinya harus dipercepat. Sebab, jalan alternatif yang menghubungkan Jakarta – Cianjur ini menjadi penting bukan hanya untuk mengurai kemacetan di Jalur Puncak yang ada sekarang, tapi juga untuk mengurangi dampak kecelakaan seperti yang dialami bus ‘HO Transport’ di jalan tanjakan puncak Bogor, pada liburan panjang pekan kemarin.

“Jadi, Kementerian Perhubungan diharapkan untuk segera merealisasikan pembangunan dan penetapan Jalur Puncak II sebagai Jalan Nasional. Dengan begitu, diharapkan para pengguna jalan memiliki alternatif jalan yang lebih aman dan minim kemacetan,” tegas anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Menurut Neng Eem, kecelakaan beruntun yang dialami Bis HO Transport dan belasan kendaraan roda empat dan dua yang terjadi di Tanjakan Selarong Puncak harus menjadi pelajaran bagi Pemerintah dan seluruh pengguna jalan. Selain masalah kelayakan kendaraan dan pengendara, harus dilakukan pula perbaikan dalam penyediaan sarana dan prasarana jalan.

“Jalur Puncak memang sudah dikenal padat, terutama di akhir pekan, ditambah dengan badan jalan yang sempit dan pinggir kiri dan kanan jalan yang dipenuhi bangunan, membuat para pengendara sulit untuk menghindar dari kejadian rem blong yang dialami bis maut tersebut,” kata Neng Eem.
Menurutnya, pembangunan Jalur Puncak II menjadi sangat mendesak agar dampak dari kejadian serupa dapat diminimalisir dengan penyediaan sarana dan prasarana jalan yang lebih memadai. “Kalau badan jalan lebih lebar dan sisi kiri dan kanan jalan yang masih merupakan areal terbuka, maka para pengguna jalan masih dimungkinkan untuk menghindar jika melihat ada indikasi kondisi yang membahayakan mereka,” ungkap Neng Eem.

Dimana pembangunan jalan Jalur Puncak II akan menghubungkan Sentul Kab Bogor dengan Cipanas Kab Cianjur dengan panjang jalan lebih dari 50km. Pembangunan Jalur Puncak II dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, ruas Babakanmadang-Sukamakmur-Jonggol sepanjang 28km dengan lebar 30m. Tahap kedua, ruas Sukamakmur-Cariu (Jalan Transyogi) dengan panjang 15 km. Tahap ketiga, ruas Sukamakmur-Cipanas sepanjang 10 km.

Pembangunan Jalur Puncak II diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan akan tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor dan Cianjur. Jalur ini juga akan menjadi jalur pendukung tol baru Bocimi yang menghubungkan Bogor-Ciawi-Sukabumi. Pembangunan Jalur Puncak II sebagai jalur alternatif menuju ke kawasan pariwisata dirasakan sudah mendesak untuk segera diselesaikan.

Jalur penghubung antara Kabupaten Bogor via Babakanmadang, Sukamakmur, Tanjungsari hingga ke Kota Bunga, Cipanas Cianjur itu menjadi penting mengingat kepadatan arus di Puncak makin kompleks. Dengan terjadinya kecelakaan maut bis HO Transport yang dikabarkan mengalami rem blong dan menewaskan empat pengguna jalan lainnya, maka keberadaan Jalur Puncak II diharapkan pula bisa mengurangi frekuensi tabrakan beruntun dan korban jiwa maupun harta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top