Nasional

FPDIP Minta Pemerintah Kaji Mendalam Rencana Pulangkan Eks WNI

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Rencana pemulangan WNI eks kombatan ISIS ke Indonesia, terus menjadi pro dan kontra di masyarakat. Tapi, mereka itu sudah mengkhianati NKRI, dan tak lagi menjadi WNI, sehingga pemerintah tak boleh gegabah untuk memulangkan eks WNI ISIS tersebut.

Demikian disampaikan anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan (FPDI-P) Muchamad Nabil Haroen dalam sosialisasi empat pilar MPR di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/2). Gus Nabil, begitu diakrab disapa menilai pemulangan mereka itu perlu kajian mendalam.

Acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini dihadiri 250 peserta dari unsur Muslimat NU, Lanabge Jagad, elemen ormas, dan perwakilan pemuda Se – Solo Raya. “Lepas dari pro dan kontra, saya perlu mengingatkan kembali jangan gegabah dan perlu kajian mendalam, ” ujar anggota Komisi IX DPR itu.

Menurut Gus Nabil, saat ini ada sekitar 660 WNI eks kombatan ISIS yang masih terkatung-katung di Timur Tenga (Suriah). Setelah ISIS tumbang, nasib kombatan yang memperjuangkan ISIS juga mengalami ketidakjelasan.

Di antara 660 WNI yang pernah ke Syria, Iran, dan Irak untuk bergabung dengan ISIS.

Lebih lanjut kata Gus Nabil, kajian mendalam itu penting dilakukan untuk mengkaji sejumlah hal seperti kadar radikalisme, latar belakang politik dan ideologi eks kombatan tersebut.

“Tak itu saja, sosio-politiknya harus dikaji. Tentu saja, ada perbedaan perlakuan terhadap anak-anak dan perempun. Intinya, kita harus tahu bagaimana indeks radikalismenya,” ujar Gus Nabil

Untuk mengkaji hal tersebut perlu adanya koordinasi lebih jauh antara Kementrian Luar Negeri, Kemenkumham, Kementrian Agama, BNPT, dan institusi terkait untuk mengambil langkah pencegahan menularnya radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Juga, perlu koordinasi dengan lembaga-lembaga internasional yang mengurus masalah ini, terutama terkait dengan hukum internasional dan bantuan kemanusiaan untuk mereka,” tambah Gus Nabil.

Mengapa? Pasalnya, sejumlah negara seperti Inggris misalnya sudah menolak warga negera mereka yang telah bergabung dengan ISIS. Bahkan Inggris mencabut pasport warga negara mereka yang bergabung ISIS tersebut.

Untuk itu, menurut Ketua Umum PSNU Pagar Nusa ini, harus ada prioritas terhadap masalah krusial ini. Secara teknis, ini termasuk problem internasional yang memerlukan pendekatan internasional.

‘Prioritasnya adalah tidak mengorbankan perdamaian rakyat, apalagi kelompok kecil itu sudah mencederai komitmen terhadap NKRI. Membela ISIS, apalagi membakar pasport, KTP, dan sebagainya itu sama saja mengkhianati negara dan selayaknya diproses hukum,” pungaksnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top