Perbankan

Februari 2024, BI: Hasil Survei Tunjukkan Optimisme Konsumen Tetap Kuat

Februari 2024, BI: Hasil Survei Tunjukkan Optimisme Konsumen Tetap Kuat
Logo Bank Indonesia/Sumber Foto: Dok Kompas

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMBank Indonesia (BI) mengungkapkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2024, dimana mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. “Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 yang berada dalam zona optimis (>100) pada level 123,1,” kata Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam siaran persnya, Rabu (13/3/2024).

Lebih jauh Asisten Gubernur BI itu mengaku bahwa tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2024 didorong oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tetap optimis.

Menurut Erwin, bahwa IEK meningkat ditopang oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja. Sementara itu, IKE tetap terjaga didukung oleh optimisme pada semua komponen pembentuknya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap di level 6 persen. Adapun keputusan tersebut diketok melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Januari 2024. Keputusan itu, mempertahankan suku bunga deposit facility pada posisi 5,25 persen, dan suku bunga lending facility juga tetap sebesar 6,75 persen.

“Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6 persen tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, (17/1/2024). Keputusan tersebut juga mendukung langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024.

Sementara itu, kata Perry, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga,” paparnya.

Selain itu, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi transaksi keuangan pemerintah pusat dan daerah juga terus didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan digital. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.***

Penulis  : Kamsari
Editor    : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top