Nasional

Fahri Dukung Program Infrastruktur Jokowi

WONOGIRI -Kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak mesti dipandang buruk Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Fokus pemerintahan Jokowi yang fokus membangun insfrastruktur mendapat dukungan Wakil Ketua DPR RI yang membidangi Ekonomi dan Keuangan itu.

“Dalam hal ini Pak Jokowi ada benarnya, kejar aja, selesaikan infrastruktur karena teori kemiskinan itu, dari jaman dulu sederhana, begitu ada daerah yang diisolasi, maka orang lain ngga bisa ke situ. Maka akan ada kemiskinan. Pasti begitu,” kata Fahri Hamzah pada sambutan acara Media Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen bertajuk “Tantangan Masalah dan Solusi di Sektor Pertanian” di Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (8/4/2017).

Acara juga dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Edi Santosa, Anggota Komisi IV DPR Endang Maria, Anggota DPD RI dapil Jawa Tengah Agustin, Sekjen DPR Achmad Djuned dan Mbah Sadiman selaku penerima Kalpataru di bidang Pelestarian Lingkungan.

Fahri menambahkan, dari tinjauan filsafat kehidupan, sebenarnya masyarakat telah di-setting oleh Tuhan untuk menjaga dan memperbaiki dirinya sendiri. “Jadi begitu jalannya ada. Kehidupan masyarakat itu akan sendiri-sendiri mengerjakannya. Ngga usah khawatir,” imbuhnya.

Berkaitan dengan itu, ia menjelaskan insfrastrukur yang perlu dibangun pemerintah beragam mulai dari darat, laut dan udara. Dan saat ini, menurutnya fokus yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten Wonogiri adalah membangun infrastrktur jalan dengan dukungan dari pemerintah pusat.

“Masalahnya siapkan saja infrastruktur maka orang akan mencari kehidupannya sendiri. Itulah yang menjadi tugas negara, fasilitas umum kita siapkan. Masyarakat akan dengan cerdas mencari kehidupannya sendiri,” ingatnya.

Fahri mengakui sektor pertanian menjadi salah satu produk andalan di Kabupaten Wonogiri. Untuk itu, sektor pertanian di Kabupaten Wonogiri terdongkrak, pemerintah perlu memberi dukungan berupa akses permodalan. Sebab, fasilitas pembiayaan ini sangat penting agar petani bisa memperoleh bibit berkualitas.

“Akses permodalan dan pembiayaan ini menjadi masalah umum dan biasa terjadi di sejumlah daerah,” kata Fahri.

Dengan akses permodalan, ia berharap praktik rentenir yang biasa menjerat petani bisa dihapus melalui fasilitas pembiayaan modern. “Fasilitas pembiayaan, biar masyarakat enggak terjebak rentenir, didapil saya di Nusa Tenggara Barat masih banyak rentenir, disana bunga pinjaman per tahunnya bisa sampai 100 persen,” ujarnya.

Lebih jauh Fahri meminta agar Kabupaten Wonogiri terus mempertahankan prestasinya sebagai daerah peraih Kalpataru. Dia juga berharap penghargaan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain. “Saya katakan Wonogiri ini harus bisa jadi contoh daerah lain,” ujarnya.

Hal lain yang juga sangat penting adalah peningkatan produk pertanian yaitu Wonogiri bisa menjadi daerah penyumbang suplai kebutuhan pertanian nasional sehingga Indonesia tidak selalu bergantung kepada asing.

“Saya usulkan Wonogiri karena buah-buahan nya bagus dapat mengubah diri menjadi daerah manufaktur produk pertanian, barang pertaniannya bisa tampil berdaya saing dengan pasar luar,” kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk memfasilitasi petani untuk bisa membuka pasar dari produk petaninya. Harus ada kontak dengan kota besar lainnya supaya bisa dijual ke kota lain dengan harga lebih tinggi.

Secara khusus, Fahri mengapresiasi perjuangan Mbah Sadiman yang juga hadir pada acara tersebut. Menurut Fahri, perjuangan Mbah Sadiman yang dapat mengembalikan gunung Gendol yang dulunya tandus dan kering akibat terbakar hutannya, bisa rindang kembali setelah ditanami pohon oleh Mbah Sadiman selama 20 tahun.

Dari hasil kerjanya, Mbah Sadiman berhasil menyelematkan pertanian masyarakat karena kini airnya melimpah untuk persawahan, selain itu Gung Gendol yang rindang dengan air yang melimpah juga dijadikan sarana wisata.

“Ini bisa memberi contoh agar terus hadir, satu kegiatan voluntir menjaga kehidupan kita. Saya kira karena Wonogiri berkali-kali dapat Kalpataru maka layaknya di Wonogiri ini lahir pondasi pemikiran yang bisa mengajarkan masyarakat lain bagaimana menjaga kelestarian untuk anak cucu kita. Ini harus menjadi studi,” tegas Fahri.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top