Nasional

Fahd A Rafiq Golkar Jadi Tersangka Alquran

JAKARTA – Ketua DPP Golkar Bidang Pemuda dan Olahraga Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq akhirnya ditetapkan KPK menjadi tersangka ketiga perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran dan laboratorium di Kementerian Agama (Kemenag) RI. Nama Fahd disebut majelis hakim terlibat bersama-sama eks anggota DPR Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetia yang ikut mengatur pembahasan anggaran untuk Kemenag dan mengupayakan perusahaan pemenang lelang proyek.

Merujuk pada putusan perkara korupsi proyek Alquran di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Kamis (30/4/2013), Fahd A Rafiq masuk dalam fakta hukum putusan terdakwa korupsi Alquran, Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia. Ketua AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) ini disebut ikut membantu Zulkarnaen mengintervensi pejabat Kemenag untuk memenangkan perusahaan pelaksana proyek pengadaan Alquran dan laboratorium.

Hakim anggota Antonius Widijantono menyebut Fahd bersama Zulkarnaen dan putranya Dendy Prasetia mengintervensi pejabat Kemenag untuk memenangkan Batu Karya Mas dalam lelang pengadaan laboratorium. Intervensi juga dilakukan untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia untuk proyek Alquran 2011.

“Terdakwa I Zulkarnaen Djabar, terdakwa II Dendy Prasetia dan Fahd El Fouz melakukan intervensi pejabat Kemenag untuk memenangkan PT Sinergi Pustaka Indonesia untuk proyek Alquran 2012,” kata hakim membacakan fakta hukum perkara korupsi proyek Alquran di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Atas usaha pemulusan perusahaan pelaksana proyek, rekanan Abdul Kadir Alaydrus memberikan imbalan uang Rp 14,390 miliar . Dari komitmen fee itu, Zulkarnaen dan Dendy menerima total Rp 11,49 miliar. Keterlibatan Fahd dalam perkara ini diawali dengan pertemuan bersama Zulkarnaen dan Dendy di Gedung DPR pada September 2011.

Zulkarnaen kata hakim menginformasikan adanya beberapa pekerjaan terkait pengadaan barang dan jasa di Kemenag selanjutnya memerintahkan Dendy dan Fahd mengecek di Kemenag. “Terdakwa I Zulkarnaen Djabar meminta Fahd El Fouz menjadi broker,” jelas hakim anggota Anas Mustakim.

Zulkarnaen Djabar dihukum 15 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 1 bulan. Putranya, Dendy Prasetia dihukum penjara 8 tahun denda Rp 300 juta subsider 1 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top