Nasional

Fadli Zon: GKSB Wadah Parlemen Indonesia – Brazil

JAKARTA, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon didampingi oleh Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas dan Duta Besar RI untuk Brazil Toto Riyanto melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Brazil H.E. Mr. Waldir Maranho.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia sudah membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia – Brazil dan sudah lama berdiri. “GKSB Indonesia – Brazil merupakan wadah bagi parlemen kedua negara untuk saling bekerjasama dan bertukar pikiran. Sehingga kedua negara bisa saling belajar untuk kemajuan masing-masing negara selain meningkatkan hubungan antara kedua masyarakat,” ujar Fadli Zon.

Menurut Waketum Gerindra itu, antara Parlemen Indonesia – Brazil sudah dibuat draf MoU untuk saling bekerjasama sejak 2013. Hanya tinggal menuggu waktu untuk ditandatangani oleh Ketua DPR Indonesia dan Ketua DPR Brazil. Dia berharap Ketua DPR Brazil dan Mr. Waldir dapat berkunjung ke Indonesia.

“Kami harap, Ketua DPR Brazil dan juga Mr. Waldir dapat berkunjung ke Indonesia. Akan kami sambut dengan hangat, sekaligus kita tandatangani perjanjian kerjasama antara parlemen Indonesia dengan Brazil,” ujarnya.

Selain itu, dalam diskusi yang berlangsung dengan hangat tersebut, Mr. Waldir juga menceritakan geliat politik di Brazil, termasuk sistem Pemilu dan pendanaan partai politik.

“Di Brazil, hampir sama dengan negara demokratis lainnya, partai politik mendapatkan pendanaan yang cukup dari negara. Ini merupakan langkah untuk menghindari korupsi yang dilakukan oleh partai politik. Hampir 400 juta dollar US digelontorkan untuk membiayai pendanaan 30 partai politik di Brazil. Pembagian dilakukan secara proporsional berdasarkan perolehan kursi di legislatif,” kata Fadli Zon.

Adanya anggaran negara terhadap partai politik saat ini juga sedang menjadi pembahasan hangat di Indonesia dalam paket UU Penyelenggaraan Pemilu yang saat ini sedang di bahas di DPR.

“Melihat pengalaman berbagai negara lain, seperti Brazil, Meksiko dan juga beberapa negara demokratis lainnya, perlu adanya biaya yang cukup dari negara untuk partai politik. Hal ini juga untuk mencegah korupsi yang dilakukan oleh anggota partai politik. Saat ini, di Indonesia, anggaran negara untuk partai politik dihargai Rp 108 per suara. Ini terlalu kecil, sehingga mengakibatkan banyak penyimpangan anggaran yang dilakukan kader partai politik karena dana kegiatan partai yang kurang,” jelas Fadli Zon.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menjelaskan kondisi terkini pendanaan partai politik di Indonesia yang sedang tahap pengkajian untuk dinaikan menjadi Rp 5000 per suara. “Kami sedang kaji agar anggaran dinaikan menjadi Rp. 5.000 per suara. Kenaikan anggaran juga akan disertai transparansi yang jelas serta sistem pelaporan yang akuntabel, sehingga ke depan partai politik punya cukup pemasukan untuk membiaya berbagai kegiatan. Ini juga bisa mengurangi potensi korupsi,” ungkap Fadli Zon.

Fadli Zon juga menyampaikan harapannya agar politik dan ekonomi Brazil bisa segera pulih dan membaik. Usai pertemuan, delegasi diperkenalkan dalam rapat pleno paripurna parlemen yang sedang membuat keputusan tentang budget. Sementara di luar Gedung Parlemen ribuan demonstran menyampaikan aspirasi tentang politik nasional Brazil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top