Nasional

Fadli Zon Bantah Ada Intervensi Wapres Di Pilkada DKI

JAKARTA – Waketum Gerindra Fadli Zon membantah kabar intervensi dari wakil presiden Jusuf Kalla (JK) soal pencalonan Anies Baswedan sebagai cagub DKI Jakarta. Campur tangan JK tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada wartawan di Gedung MPR RI Jakarta, Selasa (2/5/2017).

“Tak ada intervensi. Pada waktu Mas Anies dicalonkan, kebetulan yang pertama kali menyampaikan pada forum PKS dan Gerindra itu saya. Tiga hari sebelum penutupan masa pendaftaran, kemudian saya telepon saudara Anies pada Rabu malam, Kamis pagi bertemu Sandi, Jumat malam sudah diumumkan,” tegas Waketum Gerindra Fadli Zon di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Karena itu Wakil Ketua DPR RI itu membantah adanya telepon dari JK ataupun Erwin Aksa soal pencalonan Anies tersebut. Saat itu, JK juga sedang menghadiri sidang umum PBB di Amerika Serikat (AS) pada September 2016.

“Jadi, tak ada. Kalau Pak JK, memang kita telepon beberapa orang untuk dukungan. Memang Pak JK masih di Amerika. Tapi keputusan di tangan PakPrabowo dan SalimSegaf AlJufri denganSohibul Iman,” ujarnya.

Tapi, Fadli mengamini saat itu kubu Cikeas (Demokrat, PKB, PPP, dan PAN) dan kubu Kertanegara (Gerindra dan PKS) sudah hampir sepakat mengerucutkan Agus Yudhoyono dan Sandiaga Uno sebagai pasangan yang diusung. Tapi, usulan tersebut kandas karena kubu Cikeas sudah mendeklarasikan Sylviana Murni sebagai cawagub.

“Memang waktu itu ada komunikasi begini, kita inginnya satu front. Tapi karena tidak ketemu satu konsensus dengan Pak SBY dan kawan-kawan, negosiasi malam-malam, seingat saya Rabu malam 21 September. Karena saya masih komunikasi dengan Hatta Radjasa, Nurhayati Assegaf, dan lain-lain, kita cagub Pak Agus cawagub Sandi,” katanya.

Untuk itu pihaknya meminta cagub Sandi, cawagub Pak Agus. Tapi karena tidak ketemu, kami punya pendapat berbeda. Mereka mendahulukan deklarasi, bertemu Bu Sylvi. Lalu, mencari jalan dan memberi formasi baru. Kemudian mengundang saudara Anies. “Waktu itu mempertemukan itu keputusan baru pada Jumat sore tanggal 23. Saya waktu itu menulis komitmen bersama,” jelas Fadli.

Mengenai tudingan intervensi JK, pihak istana Wapres sudah memberikan klarifikasi. Mereka menyebut peran JK hanya sebatas konsultasi politik. “Pak JK memberi pertimbangan dalam momen politik kebangsaan yang penting dan tentu layak didengarkan karena pengalaman dan intuisinya yang tajam,” kata juru bicara Wapres JK, Husain Abdullah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top