Nasional

Ekonomi Tak Merata, Masyarakat Belum Siap Pilkada Langsung

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wacana Pilkada gubernur dan bupati/walikota kembali dipilih kembali oleh DPRD terus menguat. Bahkan sejumlah elemen mendorong agar revisi UU Pilkada bisa masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2019. “Sejak dulu saya memang menyarankan agar Pilkada kembali melalui DPRD, bukan pemilihan langsung seperti sekarang ini,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Disinggung bahwa pemilihan lewat DPRD adalah langkah mundur, Mahyudin mengaku tak mempersoalkan mundur satu langkah, namun ke depan bisa maju beberapa langkah yang lebih baik. “Prinsip demokrasi langsung memang itu sangat baik, tapi masalahnya tingkat pendidikan masyarakat belum merata dan dewasa. Sehingga belum siap 100% menerima perbedaan dalam pemilihan langsung,” tambahnya.

Selain faktor pendidikan, kata mantan Wakil Ketua MPR, masalah kesejahteraan ekonomi menjadi tantangan tersendiri. Sehingga pemilihan melalui DPRD menjadi alternatif yang terbaik. “Artinya kalau melalui DPRD, kepala daerah yang terpilih bisa langsung fokus memperbaiki sektor pendidikan, ekonomi dan lainnya. Pendapatan perkapita penduduk Indonesia belum sampai US$4000/Orang. Jadi belum bisa dikatakan sejahtera dan gini ratio masih tinggi,” ujarnya.

Dengan kondisi ekonomi yang seperti ini, lanjut Mahyudin, maka praktek money politic dalak pilkada langsung menjadi tak terkendali, bahkan tidak jarang terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massive (TSM). “Inilah mengapa Pilkada langsung costnya menjadi tinggi. Sehingga wajar terjadi penangkapan kepala daerah secara OTT oleh KPK. Karena para kepala daerah itu ingin modalnya cepat kembali,” tuturnya lagi.

Lebih jauh Senator asal Kalimantan Timur ini menyarankan untuk mengurangi cost pilkada langsung ini sebaiknya dibiayai oleh negara. Sebab kalau tetap berbiaya tinggi, maka para pemilik modallah yang menari-nari. “Jadi wajar saja sulit menghapus dan memerangi para mafia anggaran,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top