Industri & Perdagangan

Ganggu Warung Kampung, DPRD Kota Tangerang Minta “Minimarket Bodong” Ditindak

Ganggu Warung Kampung, DPRD Kota Tangerang Minta "Minimarket Bodong" Ditindak
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal/Foto:

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal, angkat suara, terkait maraknya pembangunan gerai minimarket di Kota Tangerang yang diduga beroperasi tanpa izin atau izinnya menyalahi aturan. “Terkait banyaknya minimarket di Kota Tangerang, disinyalir tidak berizin dan menyalahi aturan seperti PBG nya untuk rumah, tapi dijadikan ruko, kan jadi tidak sesuai fungsinya,” ujarnya.

Tasril mengatakan, menurut laporan yang didapatkan, dari sekitar 50 Alfamart diduga ada sekitar 5 gerai yang terindikasi beroperasi tanpa izin. “Diduga seperti Alfamart TMP Taruna 2, Alfamart Cipondoh 3, Alfamart Soleh Ali, Alfamart Halim Perdana Kusuma Benda, dan juga Alfamart Hasyim Ashari Pinang,” kata Tasril, Sabtu (30/3/2024).

Selain Alfamart, Tasril menambahkan, masih ada gerai Alfamidi, Indomaret, Lawson serta Dandan dengan jumlah mencapai 500 gerai yang tersebar di seluruh Kota Tangerang.

Tasril meminta kepada pihak berwajib atau dinas-dinas terkait menindaklanjuti laporan-laporan ini. Bahkan harus berani mengambil langkah tegas bila hal tersebut terbukti benar. “Saya meminta kepada pihak terkait yang mengurus persoalan perizinan ini dapat mengambil langkah tegas, selain itu izin operasional yang sampai 24 jam juga menyalahi aturan, yang dizinkan sesuai peraturan hanya sampai jam 9 malam saja. Ini bukti nyata bahwa bisa dilakukan penyegelan sementara karena tidak ada izin operasional yang sesuai,” tegas Tasril.

Lebih lanjut, Tasril juga berharap agar dinas terkait lebih selektif lagi dan melakukan pembatasan dalam memberikan izin usaha waralaba serta adanya tertib administrasi dalam rangka pencapaian PAD di Kota Tangerang. “Selain itu harus ada peraturan yang jelas dan mengikat terkait hal ini, karena tanpa adanya aturan yang baik, hal ini akan mematikan toko-toko tradisional atau warung-warung kampung,” tukas Tasril.***

Penulis    :   A Rohman

Editor      :   Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top