Nasional

DPR Sesalkan Kegiatan Ekonomi Warga Panunggang Tak Dicarikan Solusi

JAKARTA-Kalangan DPR mulai gerah dengan sikap dan kebijakan Pemkot Tangerang yang main gusur dan bongkar paksa terhadap pemukiman warga Kelurahan Penunggangan Barat RT 04/RW 06, Kecamatan Cibodas Baru, Kota Tangerang. Apalagi penertiban itu membuat miris kondisi para pengungsi yang kini menempati lahan makam. “Mestinya Pemkot lakukan langkah persuasif, terus menerus dan jangan pernah bosan. Karena bagaimanapun juga itu rakyat kita juga. Dari manapun asalnya itu, tetap rakyat,” kata Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Bahkan Ali mendesak agar Pemkot Tangerang segera perlu mencarikan jalan keluar, terutama agar kegiatan ekonomi masyarakat tergusur bisa terus berjalan. “Kalau memang ada permasalahan hukum terkait tanah itu, maka ajaklah rakyat bicara dengan baik baik,” ujarnya.

Dengan cara itu, lanjut Legislator asal Banten 3, maka rakyat merasa memiliki pemimpin yang memperhatikannya. Selain itu negara merasa hadir, sehingga tidak membuat rakyat takut untuk hidup di negeri sendiri. “Untuk sementara ini biarkanlah DPRD yang memanggil Walikota Tangerang untuk mendapatkan persoalan yang lebih rinci,” paparnya.

Sementara itu sejumlah aktivis kemanusiaan menyayangkan kebijakan Walikota Tangerang  Areif R Wismansyah, yang memerintahkan pengusuran terhadap ratusan kepala keluarga diatas lahan 1,8 hektar tersebut. Dengan dalih menyatakan lahan tersebut adalah fasos-fasum Perumahan Palem Semi (Palem Spring) yang kan dijadikan sarana-prasarana kemasyarakatan.

Aktivis LSM Tangerang Hendri Zein sangat menyayangkan peristiwa ini luput dari perhatian DPRD Kota Tangerang. “Tidak satupun pejabat pemerintah dan Anggota DPRD Kota Tangerang yang mau melihatnya. Sedangkan anak-anak yang masih bersekolah terpaksa libur karena tidak memiliki tempat tinggal lagi. Kondisi ini akan kita laporkan ke KPAI, KomnasHAM dan Ombudsman,” ucap Hendri Zein.

Ditambahkannya, kedatangannya bersama sejumlah aktivis LSM tidak dengan kepentingan apa-apa kecuali karena tergerak oleh rasa kemanusiaan. Untuk itu pihaknya akan terus mendampingi dan mengawal hak  masyarakat miskin untuk mendapatkan tempat tinggal. “Kedatangan saya dan rekan-rekan aktivis LSM ke lokasi ini semata-mata prihatin pada warga yang
mengalami kesusahan. Pembongkaran tempat tinggal ini sehingga rakyat terlantar termasuk masalah kemanusiaan, termasuk di dalamnya ada perempuan dan anak yang sangat perlu mendapatkan perlindungan,” katanya.

Sementara itu, seorang warga yang enggan menyebutkan namanya menyebutkan, tempat yang mereka tinggali selama puluhan tahun, dulu hanya merupakan lahan rawa-rawa eks lahan PT PN yang tidak terurus dan merupakan bagian lahan Perumnas Tangerang yang tidak pernah digunakan karena rawa dalam sebelum diurug warga. “Kami sudah tinggal disini selama 30 tahun, tinggal bersama dulu sebagai rawa-rawa yang tidak terurus sampai menjadi permukiman tempat tinggal dan usaha lapak pemulung. Rawa-rawa masih dapat dilihat sampai sekarang. Kenapa baru kini dipermasalahkan?” katanya. (tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top