Nasional

DPR Sesalkan Dana Desa Tidak Naik di RAPBN 2018

JAKARTA, DPR menilai pemerintah batal menaikkan dana desa di 2018. Itu tercermin dari nota keuangan pemerintah RAPBN 2018 yang disampaikan pemerintah. Dimana dalam RAPBN 2018, dana desa sebesar Rp 60 triliun, sama seperti tahun 2017.

Karena itu anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Hetifah menyayangkan kebijakan penganggaran dana desa tersebut. Padahal, sebelumnya pemerintah beberapa kali menyatakan akan menambah dana desa, bahkan melipatgandakan di 2018. Muncul dugaan karena dana desa ternyata rawan dikorupsi sehingga pemerintah membatalkan kenaikan tersebut.

“Saya menyesalkan dana desa tidak naik, karena komitmen pemerintah sejak awal adalah membangun dari desa. Memang, kerawanan penyalahgunaan dana desa sudah terjadi, tapi sesungguhnya tidak perlu membuat komitmen ini surut untuk membangun desa,” tegas Hetifah pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Menurut dia kerawanan korupsi dana desa bisa diantisipasi dengan peningkatan kapasitas aparatur dan pengawasan. Selain itu, pemerintah juga telah membentuk koordinasi lintas kementerian untuk mencegah terjadinya korupsi.

“Yang penting bagaimana kita meningkatkan kapasitas penanggung jawab, pelaksana, bahkan penerima manfaat. Juga mengintensifkan pengawasan dan membuka saluran pengaduan. Yang terakhir tingkatkan koordinasi lintas kementrian dan berbagai level pemerintahan,” ujarnya.

Meski dalam RAPBN 2018 pemerintah tidak menaikkan dana desa, namun anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara ini nanti akan mengusulkan penambahan pada rapat-rapat pembahasan RAPBN 2018.

“Dalam pembahasan nanti di Banggar DPR RI kita akan mengusulkan agar Dana Desa ditingkatkan,” jelas salah anggota Banggar DPR RI ini.

Untuk diketahui dalam RAPBN 2018, anggaran transfer ke daerah dan dana desa direncanakan sebesar Rp. 761,0 triliun yang terdiri dari: transfer ke daerah sebesar Rp. 701,0 triliun, dan dana desa sebesar Rp. 60 triliun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top