Nasional

DPR Serukan Semua Lembaga Bersinergi Bantu Warga Terdampak Bencana Banjir NTT

Tribunnews.com

NTT, SUARAINVESTOR.COM-Anggota DPR dari Fraksi PKB, N M Dipo Nusantara Pua Upa mendesak semua lembaga bersinergi dan saling bahu membahu untuk mengirim bantuan secepatnya ke lokasi bencana, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan data sementara, ada 8 kabupaten/kota yang terkena bencana banjir bandang, yakni Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua. “Bantuan makanan dan minuman harus secepatnya didistribusikan, karena warga sangat membutuhkan. Jadi baik BNPB, SAR, TNI dan Polri semua perlu bersatu padu,” katanya melalui siaran persnya, Selasa (6/4/2021).

Kompas.com

Kompas.com

Lebih jauh Dipo berharap Pemda dan Pemerintah pusat terus menerus meningkatkan koordinasi, sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan pertolongan. “Bantuan kesehatan perlu mendapat prioritas guna mencegah timbuknya berbagai penyakit berbahaya lainnya,” tambahnya.

Terkait soal hambatan di lapangan, Politisi PKB ini mengingatkan agar masalah transportasi jangan sampai menjadi kendala dalam proses pengiriman bantuan ke lokasi bencana. “Posko-Posko pengungsian serta dapur umum perlu diperbanyak dan memprioritaskan anak anak dan usia lanjut agar tidak mudah terserang penyakit,” jelasnya.

Kompas.com

Kompas.com

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo memberikan lima arahan terkait penanganan Bencana di NTT.

Pertama, Kepala Negara menginstruksikan dilakukan percepatan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan. “Ini saya minta Kepala BNPB, Kepala Basarnas [BNPP], dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya [untuk] mengerahkan tambahan personel SAR.” ujarnya.

Dengan sinerginya sejumlah badan, Sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak, termasuk wilayah terisolir dan berbagai gugus pulau di NTT, di Pulau Alor, Pulau Pantar, dan pulau-pulau lainnya untuk melancarkan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban,”

Dalam upaya tersebut, Presiden juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk turut mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat. “Jika jalur darat masih sulit ditembus, saya juga minta agar dipercepat pembukaan akses melalui laut maupun udara,” imbuhnya.

Kedua, Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan pertolongan medis yang dibutuhkan oleh para korban. Untuk itu, Presiden menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengerahkan tim bantuan medis secepatnya sampai di lokasi.

“Saya minta Menteri Kesehatan juga untuk memperbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban, serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya,” ujarnya.

Ketiga, jajaran terkait diminta untuk segera menangani dan memenuhi kebutuhan para pengungsi, mulai dari logistik hingga sanitasi.

Disampaikan Presiden, pemerintah telah mengirimkan bantuan ke NTT dan NTB tetapi karena cuaca yang sangat ekstrem, bantuan tersebut belum dapat sepenuhnya menjangkau ke lokasi terdampak.

“Saya minta BNPB dan pemerintah daerah segera mendata titik-titik pengungsian [untuk] memastikan logistiknya, tendanya, dapur lapangannya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK-nya,” ucap Presiden.

Keempat, Presiden menginstruksikan percepatan perbaikan infrastruktur penunjang yang rusak akibat bencana. “Ini Pak Menteri PUPR lagi, untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, saya melihat ada beberapa jembatan yang roboh, akses jalan juga.

Segera pulihkan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet, juga distribusi logistik dan BBM, sehingga ini bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat yang menjadi korban bencana,” tegasnya.

Terakhir, Presiden meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca sangat ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Indonesia. “Saya minta untuk BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Seroja ini.”

Presiden meminta seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG. “Mereka harus tahu semuanya, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya untuk menghadapi ancaman risiko, baik itu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” pungkas Kepala Negara. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top