Nasional

DPR Minta New Normal Berdasarkan Indikator Epidemi Covid-19

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Anggota DPR RI Komisi VI DPR RI Chairul Anwar menegaskan agar pemerintah menentukan kondisi New Normal berdasarkan indikator epidemi yang ada. Bukan berdasarkan batasan waktu atau penetapan waktu tertentu.

Demikian disampaikan Chairul Anwar menanggapi pernyataan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang memastikan pembukaan mal pada 5 Juni. “Kami harap pemerintah memberlakukan kondisi New Normal berdasarkan inndikator epidemi bukan berdasarkan batasan waktu,” kata Chairul Anwar, Senin (1/6/2020).

Karena itu politisi PKS itu, menyayangkan pernyataan Pak Menteri Agus Suparmanto yang mengatakan bahwa mal pasti akan dibuka pada 5 Juni tanpa ada alasan indikator epidemi yang mendasarinya,” jelas Chairul.

Menurut Chairul Menteri Perdagangan harus mengikuti apa yang menjadi himbauan Pak Presiden Jokowi yang mengingatkan bahaya potensi wabah Corona gelombang kedua. “Pak Agus harus memperhatikan himbauan Pak Jokowi yang mengingatkan akan bahaya potensi Corona gelombang kedua. Memastikan pembukaan mal pada Juni tanpa mendasarkan pada Indikator epidemi.

Menurut Chairul, merupakan tindakan yang berpotensi mengahadirkan wabah Corona Gelombang 2. Karena otomatis akan ada potensi kerumunan yang menyebabkan menularan baru.

Padahal, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan beberapa syarat penerapan new normal, diantara syarat utamanya adalah adanya pembuktian bahwa transmisi Covid-19 telah terkendali.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, penambahan kasus positif 700 kasus pada hari Minggu (31/5/2020) dan hal itu terdapat 5 provinsi yang mengalami kenaikan terbanyak yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, NTB, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

“Hari ini saja masih ada penambahan 700 kasus di Indonesia, dan rata-rata penambahanya masih tinggi. Hal ini mengkonfirmasi bahwa pengendalian transmisi Covid-19 masih belum terkendali di Indonesia,” kata Chairul khawatir.

Untuk itu, dia berharap pemerintah berhati-hati dalam menetapkan New Normal, pemerintah harus berkonsultasi dengan para pakar dari bebagai perguruan tinggi dan organisasi profesi demi keselamatan masyarakat. “Kami menghimbau agar pemerintah berhati-hati dalam menetapkan keadaan New Normal, pemerintah harus melibatkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi dan juga organisasi profesi.

“Karena kalau pemerintah salah langkah dalam menangani Covid-19 ini maka yang terjadi adalah lebih terpuruknya lagi kondisi bangsa kita baik dari segi ekonomi dan keselamatan warga masyarakat. Saya juga menghimbau agar masyarakat menahan diri untuk beraktifitas yang tidak terlalu penting di luar rumah dan mematuhi semua aturan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, agar kita bisa bersama-sama melewati wabah ini dengan baik,” pungkas Chairul.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top