Market

DPR: MIND ID Perlu Akuisisi 51% Saham PT Vale

DPR: MIND ID Perlu Akuisisi 51% Saham PT Vale
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman/Sumber Foto: Dok Fraksi Golkar

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR meminta Menteri ESDM Arifin Tasrif agar holding BUMN pertambangan MIND ID segera mengambil alih saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) hingga 51 persen. Hal ini terkait dengan berakhirnya kontrak karya PT.Vale Indonesia Tbk, untuk perpanjangan penambangan di wilayah PT Vale Indonesia Tbk untuk menjadi WIUPK (Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus).

“Kementerian ESDM dalam proses divestasi saham PT.Vale Indonesia Tbk agar mendukung MIND ID untuk menjadi saham pengendali guna mendapatkan hak pengendalian operasional dan financial consolidation sebagai bentuk penguasaan negara melalui BUMN,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman di Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Lebih jauh Maman menjelaskan bahwa Komisi VII DPR RI sepakat dengan Menteri ESDM RI agar dilakukan akuisisi oleh MIND ID agar sumber daya dan cadangan serta aset PT.Vale Indonesia tercatat dalam konsolidasi buku kekayaan negara Indonesia.

Sebelumnya dalam rapat, Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian menyampaikan agar aset dan cadangan PT Vale dikonsolidasikan ke dalam buku kekayaan negara Indonesia. Hal ini mengingat, aset sumber daya dan cadangan tambang emiten berkode saham Inco tersebut dicatatkan di Kanada, bukan di Indonesia.“Tambang ini kan berbeda dengan manufaktur. Kalau manufaktur asetnya hanya tanah dan industrinya, kalau ini (tambang) ada yang tersimpan di dalam yaitu sumber daya dan cadangan. Ini kadang-kadang unlimited nih, bisa dinilai financial engineering jadi berapa. Nah ini yang tercatat di Kanada,” ujar Ramson.

Menurut Ramson, pembukuan aset sumber daya dan cadangan tambang INCO ke dalam buku kekayaan negara Indonesia merupakan hal yang penting. Terlebih, kebutuhan akan nikel sebagai bahan baku baterai bakal meningkat seturut masuknya era kendaraan listrik.

Ramson meminta agar persoalan ini dapat menjadi perhatian pemerintah dalam proses penyelesaian kewajiban divestasi saham INCO. Seperti diketahui, Kontrak Karya INCO bakal habis pada 28 Desember 2025 mendatang.***

Penulis  : Budiana
Editor    : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top