Nasional

DPR Khawatirkan Ancaman Teroris Marawi Di Manado

JAKARTA, Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara (Sulut) Komisi III DPR RI mencoba menggali masukan potensi ancaman keamanan apa saja yang terjadi di wilayah Kepolisian Daerah (Polda) Sulut. Karena ancaman terorisme di Sulut cukup besar.

“Hakikat ancaman di Sulut itu cukup serius terutama di bidang terorisme, narkoba maupun masalah-masalah korupsi dan pengawasan orang asing.” Tegas anggota Komisi III Wenny Warouw (Gerindra) dalam keterangannya pada wartawan, Senin (7/8/2017).

Untuk itu kata Wenny, dalam Kunker ini Komisi III akan mendalami informasi terkait bagaimana Kepolisian, Kejaksaan dan mitra kerja lainnya dalam menangani masalah-masalah korupsi yang menonjol di wilayah itu.

“Ada perkara-perkara korupsi yang berjalan di tempat, tidak ditangani sudah bertahun-tahun, kemudian masalah tahanan terkait korupsi yang kecil-kecil mereka ada di mana karena informasinya mereka sepertinya kok enak-enak dibilang vonis gak taunya ada di luar. Itu banyak laporan yang seperti itu,” ujarnya.

Kedua, masalah narkoba, marak di sini dan bahkan belum lama Kapolri Titpo Karnavian datang ke Sulut dalam rangka menggali masukan terkait penanganan narkoba di wilayah tersebut.
Terakhir masalah teror, di Manado, Sulawesi Utara menjadi seperti tempat transitnya orang dari Marawi Philipina kemudian masuk ke Poso dan Ambon melalui Manado. “Ini yang akan Komisi III tanya kepada Kapolda terutama bagaimana pengawasan terhadap lintas batas negara ini,” katanya.

Wenny mempertanyakan pengawasan Pemerintah Philipina kenapa bisa lolos oknum warganya berkeliaran di wilayah Indonesia. “Kita ingin tahu bagaimana pengawasan dari Philipina mereka bisa masuk ke Sulawesi Utara melalui pulau-pulau yang kecil di daerah Sangihe Talaud,” ungkapnya.

Banyak pelabuhan-pelabuhan yang susah di jangkau dikarenakan fasilitas minim. “Polda disini punya alat, tapi tidak punya kapal yang memadai untuk masuk ke tempat-tempat seperti itu,” kata Wenny.

Karena itu hal tersebut menjadi perhatian Komisi III DPR untuk memprioritaskan anggaran ke depan. “Itu bisa juga diajukan untuk Polda Sulawesi Utara yang sudah menjadi tipe A. Sesuaikanlah kebutuhannya itu, karena hakekat ancamannya itu serius di sini,” tambah Wwenny.

Wenny menjelaskan, banyak orang China yang ingin masuk Manado, dengan menggunakan visa turis kemudian mereka tidak balik lagi kenegaranya. “Mereka banyak yang tidak balik lagi dan kerja di hutan-hutan, di tambang-tambang emas dan di banyak sektor lainnya. itu juga akan digali sampai dimana pengawasan orang asing oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Wenny berharap, pemerintah pusat, Pemda dan seluruh mitra kerja Komisi III, Polda dapat melaksanakan tugasnya sesuai program yang direncanakan dan peraturan UU yang berlaku di Indonesia. “Kita mengharapkan jangan sampai ada kekisruhan dan ada kegaduhan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top