Industri & Perdagangan

DPR Gerindra Apresiasi Pemerintah keluar dari TPP

JAKARTA, Pemerintah Indonesia akhirnya keluar dari keikutsertaannya dengan Trans Pacific Partnership (TPP). Karena itu DPR mengapresiasi pemerintah, karena Presiden Joko Widodo sudah kembali ke jalan yang benar. Bahwa bergabung dengan TPP merupak kekeliruan besar, dan bertentangan dengan ekonomi kerakyatan yang dianut Indonesia.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Jumat (27/1/2017). “Bergabung dalam TPP sama saja melayani kepentingan korporasi besar dan orang-orang kaya. Ini jelas bertentangan dengan jalan kerakyatan yang selama ini dikobarkan. TPP juga dapat mengancam kepentingan nasional, karena ada skema liberalisasi perdagangan barang dan jasa yang komprehensif, terjadwal, dan mengikat. Bahkan, TPP disebut-sebut lebih progresif karena mencakup isu-isu WTO-plus,” ujar politisi Gerindra itu.

Dengan keluar dari TPP kata Heri, berarti pemerintah telah menyelamatkan bangsa besar ini dari skenario yang sangat merugikan. Selanjutnya, Indonesia bisa berperan sebagai pelopor usaha dan kerja sama regional, dan bukan sebagai pengikut. “Indonesia harus memelopori usaha yang mengarahkan negara-negara anggota ASEAN dan Asia Timur untuk lebih fokus pada upaya-upaya kerja sama ekonomi dalam kerangka ASEAN,” tambanya.

Sebelumnya, sudah banyak suara kritis disampaikan agar Indonesia tidak bergabung dengan TPP. “Bila bergabung, Indonesia akan diikat dengan kewajiban mereduksi tarifnya hingga mencapai 0 % pada semua pos tarif di semua sektor, termasuk sektor sensitif seperti kesehatan, asuransi, dan jasa keuangan. Bahkan, Indonesia juga wajib menerapkan kebijakan pengurangan biaya transaksi perdagangan, kebijakan kompetisi, government procurement, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), dan kebijakan investasi,” kata Heri lagi.

Menurut Heri, TPP hanya sebagai alat politik dan ekonomi AS. Bahkan, dalam draf rahasia TPP yang pernah bocor ke publik tahun 2013, disebutkan bahwa TPP tidak lain merupakan kontrol korporasi atas berbagai sektor kehidupan manusia. “Jadi, dengan keluar dari TPP sama halnya pemerintah kembali ke jalan yang benar sebagaimana ajaran Pancasila,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top