Nasional

DPR Dorong Cianjur Jadi Kawasan Wisata Edukatif

JAKARTA, Pengembangan Desa Sukanagalih sebagai kawasan wisata alam dan edukatif di kawasan Puncak, Jawa Barat memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Sukanagalih, Pacet, Cianjurtersebut.

Keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas wisatawan seperti penyediaan makanan dan minuman serta jasa pemandu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz di sela-sela kunjungannya ke Desa Wisata Sukanagalih, bersama rombongan didampingi Direktur BUMDes Desa Sukanagalih, Abdul Hamid dan Ketua Yayasan Sahabat Bersama M Sholeh, pada Minggu (13/8/2017).

“Kedatangan kami ke desa ini adalah untuk menyampaikan dukungan atas pengembangan desa ini sebagai desa wisata. Keluarga saya benar-benar senang sekali bisa mengunjungi desa wisata ini. Selain mendapatkan hiburan, kami juga mendapatkan edukasi yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Neng Eem, berbagai aktivitas yang ditawarkan kepada wisatawan dilakukan langsung di lahan milik masyarakat dan memanfaatkan jasa masyarakat desa. Rombongan DPR memang tidak menanam padi di sawah milik masyarakat dan menangkap ikan di jaringan irigasi desa dengan dipandu oleh masyarakat setempat.

Dia berharap masyarakat desa dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan aktivitas wisatawan melalui pengeluaran yang mereka lakukan untuk berbagai kegiatan tersebut.

Karena itu, Neng Eem sangat mendukung pengembangan Desa Sukanagalih sebagai desa wisata yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukanagalih pimpinan Abdul Hamid.

Dikatakan, selama ini, masyarakat Desa Sukanagalih banyak yang menjadi pedagang karena desa tersebut menjadi salah satu tujuan wisata yang ditandai dengan banyaknya fasilitas akomodasi bagi para wisatawan, lokal maupun mancanegara.

“Jika masyarakat bisa menjadi pemandu yang baik bagi para wisatawan melakukan berbagai aktivitas wisata di lahan miliknya, maka mereka tidak hanya mendapatkan pemasukan sebagai pedagang tetapi juga sebagai pemandu wisata dan pemilik lahan,” ujar Neng Eem.

Abdul Hamid menilai, kampung wisata menjadi salah satu program BUMDes Desa Sukanagalih karena dinilai dapat memberikan efek domino yang signifikan. Ada tiga unit usaha BUMDEs yang akan dikembangkan di tiga lokasi yang berbeda yaitu wisata pangan di Kampung Cihiyem, wisata santri di Kampung Padarincang, dan wisata industri di Kampung Cinengah.

Di Kampung Cihiyem, wisatawan akan diajak melakukan berbagai aktivitas keseharian petani terutama praktek bercocok tanam, termasuk cara membajak sawah dan mencangkul dengan ditemani langsung oleh petani. Para petani pun sudah diberikan pembinaan tentang tatacara menanam dan melayani wisatawan dengan baik.

Ketua Yayasan Sahabat Bersatu M Sholeh, aktivitas wisata yang ditawarkan di Desa Sukanagalih memang harus unik dan berbeda dengan desa wisata lainnya. Dengan demikian, desa wisata ini akan memiliki daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung.

“Selain itu, yang terpenting juga adalah, desa wisata ini memberikan proses edukasi terhadap wisatawan. Jadi mereka yang datang tidak hanya disuguhi rekreasi alam yang indah dan segar, tetapi juga edukasi tentang proses pangan. Ini menarik dan harus terus dikembangkan, terutama pengembangan kapasitas sumberdaya manusia dan keterlibatan masyarakat,” kata Sholeh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top