Nasional

DPR Desak Kemenlu RI Investigasi Kematian ABK WNI di Kapal China

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid prihatin mendengar informasi adanya WNI korban ABK, yang bekerja di Kapal China. DPR menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya WNI tersebut.

“Saya minta Kemenlu RI melakukan investigasi mendalam terkait meninggalnya WNI tersebut. Kemenlu harus menelusuri dengan seksama kebenaran informasi dugaan terkait human trafficking dan pelanggaran jam kerja terhadap ABK asal Indonesia itu,” tegas Meutya Hafid, Kamis (7/5/2020).

Sebab, human trafficking atau perdagangan manusia telah ditetapkan PBB sebagai ‘serious crime’ dan merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sehingga segala upaya pencegahannya perlu dilakukan.

Sebelumnya Kapten kapal China menyebut anak buah kapal ( ABK) asal Indonesia yang dilempar ke laut sebenarnya dilarung. Pernyataan itu tercantum dalam situs web Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kamis (7/5/2020).

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik.

“Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya,” demikian yang tertulis di keterangan berjudul “Perkembangan ABK Indonesia yang saat ini berada di Korsel” (poin3).

Kemudian di poin berikutnya tercantum KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kasus ini.
Dalam penjelasannya, Kemlu China mengklaim pelarungan ini sudah disesuaikan praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapalnya.
Insiden ini viral setelah sebuah video yang dipublikasikan oleh media Korea Selatan memperlihatkan jenazah ABK Indonesia dibuang ke laut dari sebuah kapal China.

Video yang dirilis oleh MBC itu diulas oleh YouTuber Jang Hansol di kanalnya, Korea Reomit, pada Rabu waktu setempat (6/5/2020).
Dalam video itu, kanal MBC memberikan tajuk “Eksklusif. 18 jam sehari kerja, jika jatuh sakit dan meninggal, dilempar ke laut”.

Kejadian ABK dibuang ke laut ini tertangkap kamera saat kapal ikan Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang berbendera China berlabuh di Busan, Korea Selatan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top