Nasional

DPR Dampingi Delegasi Asing Pantau Pemilu

JAKARTA, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI mendapat kesempatan menyambut delegasi parlemen dunia dan organisasi internasional dalam rangka melakukan observasi penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia secara serentak 2019.

Selain mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) bersama Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, para perwakilan parlemen dunia tersebut juga diajak melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sekitaran Jakarta.

Sekjen DPR RI Indra Iskandar di sela-sela mendampingi peninjauan TPS mengatakan, salah satu tujuan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan ruang kepada negara-negara dunia agar dapat mengamati proses perjalanan demokrasi Indonesia yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun.

“Para undangan cukup terkesan dengan pemilu yang diadakan secara serentak di Indonesia. Mereka sangat happy karena memang pertama hospitality kita berstandar ya, kita memberikan pelayanan terbaik untuk tamu. Mereka juga terimpresi dengan cara Pemilu damai di Indonesia yang dilaksanakan dengan cukup baik hingga ke setiap simpul masyarakat,” jelas Indra.

Apalagi, delegasi asing itu menyaksikan langsung sudah beberapa TPS dari kemarin. Mereka terlihat sangat menikmati sekali proses di dalam TPS tersebut.

Ketertarikan utama para delegasi tentunya adalah proses Pemilu yang dilaksanakan secara serentak, terbukti dari banyaknya pertanyaan unik yang terlontar oleh para delegasi undangan yang hadir. Karenanya, Indra juga berharap, ketika pulang nanti ke negaranya, para delegasi mendapat banyak hal positif tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

“Mereka sangat tertarik dengan sistem demokrasi kita, terbukti pertanyaan mereka yang sangat unik dan bahkan ada yang keluar dari hal-hal teknis. Dari (delegasi) Pakistan juga banyak pertanyaan muncul, mungkin bagi mereka ini akan jadi semacam studi banding melihat bagaimana hal-hal yang positif dari Indonesia sehingga menjadi acuan bagi beberapa negara demokrasi di dunia,” jelasnya.

Dari 5 TPS yang disambangi di Jakarta, terlihat antusiasme dari para delegasi untuk ikut aktif dalam segala proses Pemilu mulai dari pemilihan hingga pemungutan suara. Mereka juga cukup senang bertanya, baik itu kepada penyelenggara Pemilu juga kepada masyarakat sekitar.

Seperti halnya yang dilakukan Sekretaris Eksekutif Komite GOPAC John Hyde yang sangat fokus ketika pemungutan suara dilaksanakan di TPS 042 Menteng, Jakarta Pusat.

Pria asal Australia ini mengaku takjub dengan segala proses Pemilu yang dilaksanakan oleh Indonesia. Bahkan ia mengaku hal ini tidak terjadi di negaranya. Misalnya ketika pemungutan suara dilakukan, warga turut aktif berpartisipasi, sehingga menurutnya proses demokrasi Indonesia memang pantas disebut ‘Pesta Demokrasi’.

“Mereka tidak hanya transparan dalam menghitung saja, namun juga bagaimana cara memilih secara transparan dan terbuka. Dalam proses penghitungan juga perwakilan partai dari dua kandidat turut dilibatkan sehingga proses penghitungan suara hasilnya dapat diketahui secara gamblang. Kalau misalnya proses ini di replikasi di negara-negara lain, maka hasilnya pun juga akan baik untuk negara-negara tersebut,” pungkas John Hyde mengapresiasi.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, undangan ini diinisiasi DPR RI dan baru pertama kali dilakukan. Kegiatan ini bagian dari upaya untuk melihat bagaimana perkembangan demokrasi di Indonesia. Undangan yang hadir di antaranya Parlemen Turki, Malaysia, Pakistan, Rusia, dan dua organisasi internasional seperti Organisasi Konferensi Islam dan Westminster Foudation for Democracy (WFD), Inggris.

“Ini adalah inisiatif DPR untuk mengundang sejumlah anggota parlemen dari beberapa negara sahabat sekaligus organisasi internasional yang selama ini dekat dan bekerja sama dengan DPR. Ini adalah Pemilu serentak pertama yang kita laksanakan, baik Pilpres maupun Pileg,” ucap Fadli usai memberi sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Election Visit Indonesia 2019, di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Beberapa negara lain tidak ikut hadir dalam undangan tersebut seperti Parlemen Amerika dan Australia. Para undangan dan observer dari negara asing yang diundang ini kemudian akan memantau ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Jabodetabek. TPS itulah para undangan melihat dari dekat bagaimana masyarakat di Tanah Air melakukan pemungutan suara dan proses penghitungannya.

“Kita ingin menunjukkan bahwa proses demokrasi di Indonesia merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari agenda politik nasional yang cukup unik. DPR baru pertama kali mengundang. Biasanya yang mengambil inisiatif KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tapi di negara-negara lain juga parlemennya biasa mengundang bila ada Pemilu,” terang politisi Partai Gerindra itu.

Turut hadir dalam FGD itu, para pembicara seperti Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Anggota DKPP Muhammad, dan akademisi UI Chusnul Mar’iyah. “Dengan adanya observer internasional, mereka bisa menyaksikan langsung prosesnya. Mereka juga bisa memberi masukan dan memantau. Kita berharap para penyelenggara pemilu bisa siap supaya tidak terjadi kecurangan,” tutup Fadli.

Sejumlah delegasi yang direncanakan hadir diantaranya Deputy Speaker of the House of Representative of Malaysia Mr. Nga Kor Ming; Member of Parliament Malaysia Mr. Hassan Abdul Karim; dan Mr. Klaus Rangga Julias Louis sebagai Sekretaris Delegasi Malaysia. Kemudian, Member of the Senate of Pakistan Mr. Muhammad Asad Ali Khan Junejo; Member of Pakistan National Assembly Mr. Muhammad Bashir Khan; serta Member of Turkish Grand National Assembly Mr. Adnan Gunnar.

Selain itu PUIC; Secretary General Mr. Mouhamed Khourachi Niass; PUIC Deputy Secretary General Mr. Ali Ashgar Mohammadi Sijani; Secretary of Executive Committee GOPAC Mr. John Hyde; Anggota WFD Sir Simon Burns; dan Sekretariat Parlemen Rusia (DUMA) yang diwakili Mr. Anzhelika Butaeva dan Mr. Mikhail Davydov. Turut hadir Duta Besar Pakistan untuk Indonesia H.E. Abdul Salik Khan beserta jajaran, dan sejumlah perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat untuk Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top