Nasional

DPR Bangun ‘Otak’ Parlemen Indonesia

Bogor –

Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meninjau lokasi pembangunan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) di Kopo, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/4) kemarin. Rencananya Pusdiklat akan menjadi pusat pelatihan parlemen di seluruh Indonesia.

“Jadi kita sedang mulai membangun otaknya lembaga legislatif di seluruh Indonesia. Karena kita sadar jatuhnya demokrasi bisa terjadi karena lemahnya parlemen kita,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga Ketua Tim Implementasi Reformasi DPR saat meninjau lokasi.

Dia menjelaskan, secara umum DPR didukung oleh dua sistem pendukung yaitu Kesetjenan DPR dan Badan Keahlian DPR. Namun selama ini, sudah puluhan tahun bangsa Indonesia melupakan mengembangkan parlemen yang kuat dan independen. Akibatnya  parlemen di Indonesia tidak begitu kuat terutama dari sumber daya manusianya.

Dia mencontoh saat ini, DPRD di seluruh belum memiliki pusat pendidikan dan pelatihan sehingga untuk meningkatkan kualitas SDM nya, DPRD belajarnya ke Kementerian Dalam Negeri. “Nah, ke depan, kita ingin Kesetjenan dan Badan Keahlian legislatif baik MPR, DPR, DPD dan DPRD terintegrasi. Kesetjenan legislatif lain bisa diback up oleh DPR,” katanya.

Ketua DPR Setya Novanto mengakui rencana pembangunan sudah digagas sejak awal periode keanggotaan DPR periode 2014-2019 yaitu menjadikan DPR sebagai parlemen modern. “Pusdiklat DPR ini salah satu gagasan Pak Fahri Hamzah. Karena itu, beliau kita tunjuk sebagai Ketua Tim Reformasi DPR,” kata Setya Novanto.

Saat ini, kata Novanto, pelatihan dan kegiatan dewan yang bersifat fokus pada satu kegiatan dilakukan di Wisma Griya Sabha atau yang dikenal sebagai Wisma Kopo DPR yang luasnya 5,4 hektar. Namun, gedung dan fasilitasnya dinilai tidak layak untuk dijadikan sebagai Pusdiklat yang berskala nasional.

Oleh karena itu, DPR telah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk memperluas lahan dan memperbaiki fasilitas yang ada saat ini.  “Jadi nantinya, Pusdiklat bisa dipakai oleh semua elemen bangsa mengenai pengembangan lembaga legislatif, termasuk oleh DPRD, juga mahasiswa dan wartawan untuk meningkatkan wawasan tentang keparlemenan,” katanya.

Soal nilai proyek pembangunan, Novanto mengaatakan pihaknya masih menghitung kembali berapa anggaran yang akan diajukan. “Biaya sedang dirancang. Dihitung dan evaluasi kembali. Ditihintung agar tidak mahal,” katanya.

Novanto mengatakan perlu hal mendasar untuk memperbaiki kualitas SDM melalui pengembangan Pusdiklat. Perlu hal mendasar. Tinjau di ln. Semua sdh kembangkam pusdiklat. “Termasuk tenaga ahli yang jumlahnya mencapai 5.000 lebih yang cuma asal nempel dan  jarang masuk. Ini mau kita tertibkan kembali,” sindirnya.

Sekjen DPR Ahmad Djuned mengatakan Pusdiklat yang luasnya 1 hektar akan menambah luas Wisma Koppo saat ini yang luasnya mencapai 5,4 hektar. Nantinya Pusdiklat akan dilengkapi bermacam fasilitas  antara lain ruang rapat, tempat menginap peserta, perpustakaan, sarana olahraga dan lainnya.

“Ini sebagai pusat pengembangan latihan bagi PNS Setjen DPR yang jumlahnya 1.325 PNS, ditambah tenaga PTP baik tenaga ahli dan staf ahali dan lainnya yang jumlahnya mencapai 5.220. Jadi total lebih dari 6.000 sementara kita Ketua DPR sejak awal kepemimpinan sudah mengingatkan agar Setjen memperbaiki fungsi pelayanan dewan khususnya bidang persidangan. Jadi ini amanat yang harus dilakukan,” kata Ahmad Djuned.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top