Nasional

DPD: Tepat Penundaan Klaster Ketenagakerjaan RUU Ciptaker

DPD: Tepat Penundaan Klaster Ketenagakerjaan RUU Ciptaker

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Fahira Idris mendukung penundaan pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja. Karena dinilai sarat kontroversi sehingga menuai polemik dan sorotan publik. Apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, keputusan menunda klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja adalah langkah yang tepat dan bijak. “Klaster ketenagakerjaan butuh masukan banyak pihak; organisasi buruh, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai komunitas masyarakat,” tegas Senator dari Jakarta, itu Minggu (26/4/2020).

Menurut Fahira, proses menjaring aspirasi itu tidak akan mungkin maksimal di tengah pandemi Covid-19 yang sangat membatasi ruang gerak masyarakat.

“Strategi pembahasan RUU yang dianggap kontroversi dan mendapat sorotan tajam cuma satu yaitu membuka ruang seluas-luasnya bagi publik utuk berpartisipasi, berdiskusi, dan mengikuti semua prosesnya secara transparan. Saya rasa strategi ini yang harus ditempuh Pemerintah dan DPR dalam pembahasan RUU Cipta Kerja,” ujarnya.

Sehingga keputusan menunda klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja adalah langkah yang tepat dan bijak. “Keputusan itu juga akan meringankan beban masyarakat terutama buruh dan para pekerja yang saat ini harus menghadapi berbagai dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19,” tambahnya.

Dengan demikian kata Fahira masyarakat akan bisa lebih fokus menjalankan berbagai protokol kesehatan Covid-19 tanpa harus khawatir pasal-pasal klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja terus dibahas bahkan disahkan.

“Penundaan ini membuat kita semua, terutama Pemerintah dan DPR, untuk lebih fokus bergerak bersama memutus rantai penyebaran Covid-19. Semakin banyak energi dan sumber daya yang kita kerahkan, semakin cepat wabah ini bisa kita lewati,” pungkas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top