Nasional

DPD Desak Pemerintah Bebaskan 700 TKI yang Ditahan Malaysia

JAKARTA, Dalam proses razia besar-besaran atau pemutihan tenega kerja melalui PATI (Pendatang Asing Tanpa Izin) oleh Pemerintah Malaysia, saat ini terdapat 700-an tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terjaring dan dimasukkan ke dalam penjara Malaysia, karena dianggap ilegal. Karena itu DPD mendesak pemerintah untuk memebaskan mereka.

“Akibat proses pemutihan melalui PATI maka terdapat 700 orang TKI ilegal Indonesia yang ditahan Malaysia. Padahal mereka itu korban, karena yang awalnya legal akibat pindah majikan menjadi ilegal,” tegas Wakil Ketua DPD RI Darmayanti Lubis pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Hal itu sebagai akibat berakhirnya program Enforcement Card (e-Kad) pada 30 Juni 2017. Dimana program E-Kad ini menghendaki agar PATI yang bekerja di Malaysia, tanpa dokumen tenaga kerja asing, memiliki kartu identitas pekerja asing, sementara sebagai syarat utama untuk mengurus dokumen paspor dan ijin kerja resmi biayanya sangat mahal.

Temuan berbagai kasus tersebut kata Darmayanti setelah DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Malasyia, dan bermalam beberapa hari di Kantor Kedubes RI di Malaysia, minggu lalu.
Ternyata program E-Kad hanya diiukti 23 % atau 165 TKI. “Ini menunjukkan kegagalan program E-Kad, karena para TKI enggan mengikuti akibat proses yang rumit dan biayanya yang mahal. Majikan yang baru pun tidak bersedia karena takut kena sanksi hukum,” ujarnya.

Sementara TKI ilegal yang masuk ke Malaysia menurut senator dari Dapil Sumatera Utara ini, akibat lemahnya pengawasan kedua negara. Khususnya di jalur tikus, tikong dan sebagainya. Makanya jalur tikus yang banyak dimanfaatkan mafia itu harus ditutup.

Karena itu Darmayanti mendesak DPR RI untuk membahas dan mengesahkan RUU Perubahan UU No. 39 tahun 2004 tentang PPIKILN (Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri). “Dan, DPD siap membantu pemerintah mengatasi masalah itu dengan lebih berkualitas,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top