Perbankan

Dollar Mencoba Tekan Laju Rupiah

JAKARTA-Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (11/1/2019) bergerak melemah.

Nilai tukar rupiah yang dibuka di pasar spot terpantau melemah hingga pukul. 18.15 WIB sebesar 23 poin (0,16%) di level Rp14.076 per dolar AS dari level penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (10/1/2019), nilai tukar rupiah mampu mempertahankan laju penguatannya terhadap dolar AS dengan ditutup menguat 72 poin atau 0,51% di posisi Rp14.053 per dolar AS. Penguatan tersebut berlangsung hati kedua berturut-turut sejak dibuka awal pekan ini.

Berdasarkan rilis riset harian Senior Analyst CSA Research Intitute Reza Priyambada menyebutkan penguatan rupiah dipicu oleh menurunnya tingkat agresif the Fed dalam menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, penaikan tingkat bunga penjamin LPS sebesar 25 bps turut direspons baik.

Ia meyakini hingga penutupan perdagangan kurs antarbank hingga sore nanti rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.032 sampai Rp14.065 per USD. “Meski laju rupiah masih dapat bergerak positif, namun juga rawan berbalik melemah seiring mulai menguatnya laju USD,” sebut Reza.

Pelemahan rupiah di awal Jumat ini menurutnya karena upaya USD yang mencoba menguat dengan dibantu rilisnya data perekonomian Amerika Serikat yang dianggap positif. Hal tersebut yang membuat rupiah berpotensi tertekan hari ini.

“Selain itu, belum berkurangnya posisi pelaku pasar terhadap mata uang USD juga membuat USD berpotensi menguat sehingga dapat menahan penguatan rupiah,” kata Reza.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini terpantau bergerak di zona merah dengan turun 0,1% atau 0,093 poin ke level 95,446 pada pukul 08.10 WIB.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top